menu

Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Tuesday, 27 December 2016

TENTANG KOPI


Kita senyum - senyum sedikit biar ga ngantuk ya 😊


Kang Usep :
"Cun, ini kopi apa, kenapa agak agak asem gini?"

Acun :
"Ini kopi istimewa, Kang, hampir sama dengan kopi Luwak yang terkenal itu."

Kang Usep :
"Oh, begitu.Kopi apa namanya ?"

Acun :
"Kopi Empus, Kang. Saya buat sendiri,  praktek ekonomi kreatif Kang."

Kang Usep :
"Wah...hebat dhonk.
 Koq di kasih nama kopi Empus ?"

Acun :
"Karena diolahnya lewat kucing. Kalau kopi luwak, Kopinya dimakan luwak dulu sebelum diolah, nah kalau kopi Empus mah dimakan kucing dulu, setelah itu diolah jadi kopi bubuk.
Saya terinspirasi dengan kopi Luwak, biar lebih mudah saya pakai kucing aja. Soalnya di rumah punya 15 ekor kucing."

Kang Usep :
"Kucing mau makan kopi emangnya ?"

Acun :
"Ya tidak atuh Kang, tapi kan mesti kreatif Kang. Kopinya saya ancurin dulu agak kasar, lalu dicampur ikan asin, kemudian di kasih sama kucing."

(Kang Usep mulai merasa mual).

Acun :
"Kalau sudah keluar dengan kotoran kucing, kemudian kopi disaring, lalu di jemur sampai kering, kemudian digiling lagi.
Nah ini mah asli, Kang Usep adalah orang pertama yang nyobain kopi Empus tuh, belum pernah disuguhkan sama yang lain Kang. Saya juga gak berani nyoba sendiri,  agak jijik Kang. Gimana Kang, enak kopinya ?"

Kang Usep :
"Gelo, goblog, belegug siah teh, sasangkleng pisan teu boga pikiran geuning maneh teh. Aing nginum tai ucing asli !!!"
😛😛😅😅😟😟

Tuesday, 22 November 2016

AIR MATA CINTA


Pada suatu hari.

Cowo : yangg?
Cewe : paan?
Cowo : lgi apa? Aku kangen!
Cewe : lgi sibuk! Nanti ajh!
Cowo : ohyaudah
Cewe : (Dibaca doang) (1 jam kemudian)
Cowo : syg?
Cewe : apalagi? Gue lgi sibuk! Nanti ajh!
Cowo : yaudah deh! Aku kangen kamu!
Cewe : (Dibaca doang) (3 jam kemudian)
Cowo : yangg?
Cewe : berisik banget luh!
Cowo : aku kangen kamu!
Cewe : iyaudah nanti!
Cowo : aku pengennya skrng!
Cewe : waah! Gak bisa ngertiin bnget lu jadi cwo!
Cowo : iyaudah deh!
Cewe : (Dibaca doang) (malemnya! Saat itu hujan deras)
Cowo : syang aku mau ngomong! Kluar dong! Aku dpn rumah kamu
Cewe : (cewe keluar) ngapain sih lu? Udah tau ujan" begini masih ajh nekad!
Cowo : (dengan basah kuyup danmenggigil! Sicowo nyamperin cwenya yang berdiri dpan rumah)ini ada surat buat kamu!:" dibaca yak? (sambil meluk cewenya)
Cewe : apaansi? Meluk" ! Basah tau! (sambil dorong cwonya dia terjatuh)
Cowo : yaudah aku pulang ya sayang! Aku sayang kamu!
Cewe : ya. (sampai kamar! Sicewe baca surat dari cwonya! Dan isi surat itu "syng? Aku pulang dulu ya? Jgn tinggalin solat kamu!
Kmu segalanya buat aku!:' meskipun kamu gapernah ngangap aku ada! Tapi aku bakal ttp sayang ko sama kamu!:" kamu adalah hadiah yang terindah yang pernah tuhan kasih keaku! Makasih udah jadi pelangi dihati aku!
."tiba" dijalan tidak jauh dari rumahnya si cewe terdengar suara orng kecelakaan!
Sicewe keluar dan menghampiri orng yang kecelakaan itu! Ternyata yang kecelakaan itu adalah cwonya dia sendiri!
Cewe : (Dengan badan lemas! Tunduk dan terjatuh memangku cwonya yang diselimuti darah) sayaaaang ? :"( banguun!:" aku juga sayang sama kamu!:" plisjangn tinggalinaku!:"( cuma kamu yang bisa ngertiin aku!:"
dan sicowo pun bangun dan membuka matanya dan dgn batuk menahan rasa sakit didepan cewenya!.Cowo : makasih udah sayang sama aku!:" tapi maaf! Aku harus pulang! Kamu udah baca surat itukan?:" jadi kamu skrng ngerti....
Cewe : (ngangguk kpalanya tanpa sadar AIR MATA nya trjatuh berderai).

Pesan :jangan pernah mengabaikan perhatian orang lain , sekecil apapun perhatiannya tulus dari lubuk hati yg pling dalam ..


Tuesday, 23 February 2016

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

Julaibib, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.

Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian ! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya !”

Demikianlah Julaibib.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhlukpun bisa menghalangi. Julaibib berbinar menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah dia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. ”Ya Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, ”Tidakkah engkau menikah ?”

”Siapakah orangnya Ya Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini ?”

Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orangtua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. ”Wahai Julaibib, tidakkah engkau menikah ?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. ”Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah, ”Menikahkan puteri kalian.”

”Betapa indahnya dan betapa berkahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. ”Ooh.. Ya Rasulallah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”

”Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah. ”Kupinang puteri kalian untuk Julaibib.”

”Julaibib ?”,  nyaris terpekik ayah sang gadis.

”Ya. Untuk Julaibib.”

”Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. ”Saya harus meminta pertimbangan isteri saya tentang hal ini.”

”Dengan Julaibib ?”, isterinya berseru. ”Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta ? Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib. Padahal kita telah menolak berbagai lamaran..”

Perdebatan itu tak berlangsung lama. Sang puteri dari balik tirai berkata anggun. ”Siapakah yang meminta ?”

Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.

”Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah ? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini
Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]: 36)
Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, ”Allahumma shubba ‘alaihima khairan shabban.. Wa la taj’al ‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah.”

Doa yang indah.

Sungguh kita belajar dari Julaibib untuk tak merutuki diri, untuk tak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi orang seperti Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas. Kita juga belajar lebih banyak dari gadis yang dipilihkan Rasulullah untuk Julaibib. Belajar agar cinta kita berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena kita tahu, mentaati Allah dalam hal yang tak kita suka adalah peluang bagi gelimang pahala. Karena kita tahu, seringkali ketidaksukaan kita hanyalah terjemah kecil ketidaktahuan. Ia adalah bagian dari kebodohan kita.

Isteri Julaibib mensujudkan cintanya di mihrab taat. Ketika taat, dia tak merisaukan kemampuannya.
Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihinya. Isteri Julaibib telah taat kepada Allah dan RasulNya. Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah telah berdoa. Mari kita ngiangkan kembali doa itu di telinga. ”Ya Allah”, lirih Sang Nabi, ”Limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Alangkah agungnya! Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertaqwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak. Maka sang gadis menyanggupi pernikahan yang nyaris tak pernah diimpikan gadis manapun itu. Juga tak pernah terbayang dalam angannya. Karena ia taat pada Allah dan RasulNya.

Tetapi bagaimanapun ada keterbatasan daya dan upaya pada dirinya. Ada tekanan-tekanan yang terlalu berat bagi seorang wanita. Dan agungnya, meski ketika taat ia tak mempertimbangkan kemampuannya, ia yakin Allah akan bukakan jalan keluar jika ia menabrak dinding karang kesulitan. Ia taat. Ia bertindak tanpa gubris. Ia yakin bahwa pintu kebaikan akan selalu terbuka bagi sesiapa yang mentaatiNya.

Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar yang indah bagi semuanya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang isteri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat kepadanya. Adapun isterinya, kata Anas ibn Malik, tak satupun wanita Madinah yang shadaqahnya melampaui dia, hingga kelak para lelaki utama meminangnya.

Saat Julaibib syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi beliau akan mengajarkan sesuatu kepada para shahabatnya. Maka Sang Nabi bertanya di akhir pertempuran, “Apakah kalian kehilangan seseorang ?”

“Tidak Ya Rasulallah !”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang ?”, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.

“Tidak Ya Rasullallah !” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.

Para shahabat tersadar.

“Carilah Julaibib !”

Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelempah tujuh jasad musuh yang telah dia bunuh.

Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam menshalatkannya secara pribadi. Ketika kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Ya. Pada kalimat itu; tidakkah kita cemburu ?

Semoga renungan ini bermanfaat..

Pesan Sebuah Tulang

Sudah berhari-hari orang Yahudi itu berjalan menuju Madinah. Ia ingin menemui Khalifah Umar bin Khattab, Amirul Mukminin. Ia banyak mendengar kabar bahwa bahwa Amirul Mukminin seorang yang terkenal bersungguh-sungguh menegakkan keadilan. Jauh-jauh ia datang dari Mesir dengan sebuah harapan, Khalifah mau memperhatikan nasibnya yang tertindas.

Baru ketika matahari condong ke barat, ia tiba di Madinah. Walaupun badannya terasa letih, namun air mukanya tampak berseri. Ia gembira telah sampai di negeri Amirul Mukminin yang aman. Dengan tergopoh-gopoh, orang Yahudi itu memasuki halaman rumah Umar bin Khattab, lalu meminta izin pada prajurit yang sedang berjaga.

“Jangan-jangan, Khalifah tidak mau menerimaku” katanya dipenuhi rasa cemas. Ia menunggu di luar pintu. Prajurit masuk menemui Khalifah Umar.

“Wahai Amirul Mukminin, ada orang Yahudi ingin menghadap Tuan” sahut Prajurit.

“Bawalah ke hadapanku” perintah Khalifah.

Orang Yahudi pun masuk disertai pengawal. Ada ketenangan di hati orang Yahudi ketika melihat Khalifah yang begitu lembut dan perhatian. Bertambah terperanjat orang Yahudi itu, ternyata Amirul Mukminin menjamunya dengan aneka makanan dan minuman.

“Saat ini kau adalah tamuku, silahkan nikmati jamuannya” sambut Khalifah. 'Rupanya benar apa yang kudengar tentang Khalifah', kata orang Yahudi dalam hati.

Setelah dijamu layaknya tamu dari jauh, Khalifah meminta kepada orang Yahudi untuk menyampaikan maksud kedatangannya. “Ya Amirul Mukminin, saya ini orang miskin” kata orang Yahudi memulai pembicaraan. Amirul Mukminin mendengarkannya dengan penuh perhatian. “Di Mesir, kami punya sebidang tanah” lanjut orang Yahudi.

“Ya, lalu, ada apa ?” tanya Amirul Mukminin.

“Tanah itu satu-satunya milik saya yang sudah lama saya tinggali bersama anak dan istri saya. Tapi Gubernur mau membangun Masjid yang besar di daerah itu. Gubernur akan menggusur tanah dan rumah saya itu” tutur orang Yahudi sedih, matanya berkaca-kaca. “Kami yang sudah miskin ini mau pindah kemana ? Jika semua milik kami digusur oleh Gubernur ? Tolonglah saya yang lemah ini, saya minta keadilan dari Tuan” Orang Yahudi memohon dengan memelas.

“Oh, begitu ya ? Tanah dan rumahmu mau digusur oleh Gubernurku ?” kata Amirul Mukminin mengangguk-angguk.

Khalifah Umar tampak merenung. Ia sedang berpikir keras memecahkan masalah yang dihadapi orang Yahudi itu.

“Kau tidak bermaksud menjual rumah dan tanahmu, hai Yahudi ?” tanya Khalifah.

“Tidak !” orang Yahudi tersebut menggelengkan kepalanya.

“Sebab cuma itulah harta kami. Saya tidak rela melepasnya kepada siapapun” Orang Yahudi tetap pada pendiriannya.

“Baiklah, aku akan membantumu” kata Amirul Mukminin. Hati orang Yahudi itu merasa lega karena Amirul Mukminin mau membantu kesusahannya.

“Hai Yahudi” kata Khalifah kemudian. “Tolong ambilkan tulang di bak sampah itu !” perintahnya.

“Maaf, Tuan menyuruh saya mengambil tulang itu ?” tanya orang Yahudi ragu. Ia tidak mengerti untuk apa tulang yang sudah dibuang harus diambil lagi. Namun, ia menuruti juga perintah Khalifah.

“Ini tulangnya Tuan“ orang Yahudi menyerahkan tulang unta tersebut kepada Khalifah.

Lalu, Khalifah Umar membuat garis lurus dan gambar pedang pada tulang itu.

“Serahkan tulang ini pada Gubernur Mesir !” kata Amirul Mukminin lagi.

Orang Yahudi menatap tulang yang ada. Garis lurus dan gambar pedangnya itu. Ia merasa tidak puas.

Kedatangannya menghadap Khalifah untuk mendapat keadilan, tetapi Khalifah hanya memberinya tulang untuk diserahkan kepada Gubernur.

“Ya Amirul Mukminin, jauh-jauh saya datang minta tuan membereskan masalah saya, tapi tuan malah memberi tulang ini kepada Gubernur ?” sahut orang yahudi.

“Serahkan saja tulang itu !” jawab Khalifah pendek. Orang yahudi tidak membantah lagi. Iapun bertolak ke mesir dengan dipenuhi beribu pertanyaan dikepalanya.

“Aneh, Khalifah Umar menyuruhku untuk memberikan tulang ini pada Gubernur ?” gumamnya sepanjang perjalanan ke negerinya.

Setibanya di mesir, orang yahudi bergegas menuju kediaman Gubernur. “Wahai Tuan Gubernur, saya orang yahudi yang tanahnya akan kau gusur itu“ kata orang Yahudi tersebut.

“Oh kau rupanya, ada apa lagi ?” kata sang Gubernur.

“Saya baru saja menghadap Amirul Mukminin” kata orang yahudi.

“Lantas ada apa ?”

“Saya disuruh memberikan tulang ini” orang Yahudi itupun segera menyerahkan tulang unta ke tangan Gubernur.

Diperiksanya tulang itu baik-baik. Wajah Gubernur berubah pucat. Tubuhnya gemetar. Keringat dingin mengucur di dahinya ketika melihat gambar pada tulang itu. Sebuah garis lurus dan gambar pedang yang dibuat Khalifah Umar sudah membuat hati Gubernur ketakutan bukan main.

“Hai pengawal !” tiba-tiba ia berteriak keras.

“Serahkan tanah orang yahudi ini sekarang juga ! Batalkan rencana menggusur rumah dan tanahnya ! Kita cari tempat lain untuk membangun masjid” kata Gubernur.

Orang Yahudi itupun menjadi heran dibuatnya. Ia sungguh tidak mengerti dengan perubahan keputusan Gubernur yang akan mengembalikan tanah miliknya. Hanya dengan melihat tulang yang bergambar pedang dan garis lurus dari Khalifah tadi, Gubernur tampak sangat ketakutan.

“Hai Yahudi ! Sekarang juga kukembalikan tanah dan semua milikmu. Tinggallah engkau dan keluargamu disana sesuka hati” sahut Gubernur terbata-bata.

Pesan dalam tulang itu dirasakan Gubernur seakan-akan Khalifah Umar berada dihadapannya dengan wajah yang amat marah. Ya ! Gubernur merasa seolah-olah dicambuk dan ditebas lehernya oleh Amirul Mukminin.

“Tuan Gubernur ada apa sebenarnya ? Apa yang terjadi ? Kenapa tuan tampak ketakutan melihat tulang yang ada garis lurus dan gambar pedang itu ? Padahal Amirul Mukminin tidak mengatakan apa-apa ?” tanya orang Yahudi masih tak mengerti.

“Hai Yahudi, Tahukah engkau ? Sesungguhnya Amirul Mukminin sudah memberi peringatan keras padaku lewat tulang ini” kata Gubernur.

Orang Yahudi tersebut bertambah heran saja. "Sesungguhnya tulang ini membawa sebuah pesan peringatan. Garis lurus, artinya Khalifah Umar memintaku agar aku sungguh-sungguh menegakkan keadilan terhadap siapapun. Dan gambar Pedang, artinya kalau aku tidak berlaku adil, maka Khalifah akan bertindak. Aku harus menjadi penguasa yang adil sebelum aku yang menjadi tulang belulang” jawab Gubernur menceritakan isi pesan yang terkandung dalam tulang unta itu.

Kini orang Yahudi pun mengerti semuanya. Betapa ia sangat kagum kepada Amirul Mukminin yang sungguh-sungguh memperhatikan nasib orang tertindas seperti dirinya meskipun ia bukan dari kaum muslimin.

“Tuan Gubernur, saya sangat kagum pada Amirul Mukminin dan keadilan yang diberikan Pemerintah Islam. Karenanya, saya ingin menjadi orang Muslim. Saat ini saya rela melepaskan tanah itu karena Allah semata”

Tanpa ragu sedikitpun orang Yahudi itu langsung bersyahadat dan merelakan tanahnya untuk didirikan di atasnya sebuah masjid.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Monday, 15 February 2016

Kapal kami karam

Kapal kami karam karena menghantam batuan besar dilaut . Namun beruntung sekali , aku dan tiga kawanku bisa selamat karena terdampar disebuah pulau tak berpenghuni di sekitar laut itu. Pada awalnya suasana pulau itu sangat hening , hanya terdengar suara riakan ombak yang tampak berisik di sepanjang pantai. Di pulau itu pula tampak pula tanaman - tanaman rambat yang tampak aneh dan langka (tak ditemui dimanapun).

Namun , kami pun menyadari bahwa ada orang atau makhluk lain yang ada dipulau itu selain kami berempat. Hal itu terjadi karena pada malamnya , kaki dari Candice nampak terluka cukup parah . Aku dan kawanku yang lain cukup heran , karena luka di kaki Candice muncul begitu saja dan luka itu juga bukan seperti ulah manusia ataupun hewan buas.

Candice akhirnya tewas karena kehabisan darah . Kami pun panik dan takut setengah mati karena kejadian itu , kami pun berjanji untuk saling menjaga jika waktu malam tiba . Malam pun akhirnya tiba , Rony bertugas untuk menjaga malam itu sedangkan aku dan Sarah bisa tidur. Tak sampai satu jam mataku terpejam , aku mendengar suara Rony membangunkanku .

'' Aku ingin buang air dulu Vin ,sekarang giliran kamu berjaga '' ucapnya

" Baiklah Ron , hei kamu mau buang air dimana ? " tanyaku

" Dibalik semak - semak itu " ucapnya sambil menunjuk

" Oke , hati-hati Ron ! " ucapku

" Tenanglah , tak ada yang menakutkan disini " katanya menenangkan

Namun , satu menit kemudian aku dikejutkan oleh suara Rony yang memecahkan keheningan malam .

" Tolong aku Vin , tolong " teriaknya

" Ron , kau dimana ? Ayo katakan padaku " tanyaku

Mungkin teriakan itu adalah teriakan terakhirnya , karena kemanapun aku mencarinya aku tak menemuinya , Namun suara terakhir yang aku dengar pada saat itu adalah suara yang paling menakutkan , suara kunyahan . Aku berpikir bahwa Rony mungkin menghilang karena disantap oleh suatu makhluk atau seorang kanibal di pulau ini .

Keesokan paginya Sarah terbangun dan ia menanyakan tentang Rony . Namun aku katakan padanya bahwa Rony telah tiada dan kita harus cepat-cepat keluar dari pulau ini. Kami pun mulai menyusuri pulau itu untuk mencari siapa tahu jika ada kapal atau sesuatu yang bisa digunakan untuk keluar dari pulau terkutuk ini. Tapi tiba-tiba ,,,

" Aaahhhhhhhh !!! " teriak Sarah

Sarah terjatuh di sebuah lubang yang aku sendiri tak tahu seberapa dalamnya ,,,

" Sarah !!! , apakah kau baik-baik saja ? " tanyaku

" Iya Vin aku baik-baik saja , tolong bawa aku keluar dari lubang ini ! " ucapnya

" Iya Sarah , kamu tunggu disitu , aku akan mencari tali " aku menenangkan

" Cepat Vin , sepertinya ada sesuatu yang menggigiti kakiku " ucapnya khawatir

Aku harap tak ada makhluk buas yang ada didalam lubang itu , karena yang kulihat dari atas lubang hanya beberapa tumbuhan rambat langka dan kalua pun hewan itu pun hanya semut dan beberapa serangga yang tak berbahaya . Belum sempat aku menemukan tali , teriakan Sarah terdengar memekik dari dasar lubang ,,,

" Cepat Vin , ia memakan kakiku !!! " teriaknya

" Oh Tidak !!! " ia memekik

" Selamatkan aku !!! " teriaknya

Setelah teriakan itu , aku tak mendengar suaranya lagi darinya , meskipun hanya bisikan. Aku takut bahwa makhluk menyeramkan yang membunuh Candice dan Rony kini berada di lubang itu dan membunuh Sarah . Aku berlari dengan ketakutan hingga aku menemukan sebuah buku .

Aku membacanya hingga halaman terakhir dan menemukan sebuah kertas yang bertuliskan ,,,

" Jika kau membaca ini , berarti kau akan bernasib sama sepertiku dan kawan-kawanku . Tak ada jalan keluar , tak ada yang akan membantu . Aku sudah lelah , aku takut melihat kawan-kawanku yang mati secara menggenaskan . Oh ya makhluk mengerikan itu , ia ada dimana-mana , bahkan ada disekitarmu , makhluk yang kau anggap biasa namun sebenarnya mengancam ...."

Setelah membaca buku itu ketakutanku pun semakin menjadi , aku pun membuang buku itu dan berlari hingga akhirnya aku tersandung oleh sebuah tanaman merambat ang cukup lebat , pada awalnya tak ada yang aneh namun tiba-tiba aku terseret oleh batang dari tanaman rambat itu hingga semua menjadi gelap .

Aku pun terbangun dan menemukan diriku sudah berada di sebuah lubang . Aku melihat sekitar dan melihat ada Candice , Rony , Sarah dan beberapa orang lain dalam kondisi menggenaskan , dalam kondisi terpotong-potong dan tercabik.

Di lubang itu pula banyak tanaman merambat yang aneh dan mengeluarkan bau yang busuk . Aku pun mengingat tulisan yang kubaca dari buku itu diiringi dengan tanaman - tanaman rambat itu yang mengeluarkan gigi - gigi tajamnya.

END

REPOTNYA JADI SUAMI


Istri    : Mau dimasakin apa nanti malam?
Suami: Terserah..
Istri    : Jangan bilang terserah donk, bikin bingung yang mau masak aja..
Suami: ya udah.. opor ayam
Istri   : Tapi ayam lagi mahal..
Suami: Oreg tempe kalau gitu
Istri    : Tempe di Mang Soleh ngga enak. Kedelainya hancur
Suami: Atau sambel sama telor juga aku udah seneng
Istri    : Cabe harganya gila-gilaan
Suami: ya udah beli aja di warung padang, praktis
Istri    : *sensitif*
Kamu tuh  ngga bisa menghargai aku. Aku pingin masakin buat suami, malah disuruh beli. Bilang aja masakanku ngga enak. Iya kan?
Suami: #putusasa
   #gigitwajan

*****

Istri    : Ayam ungkep enaknya pake sambel nih pah, mau disambelin apa?
Suami: *belajar dari pangalaman. Pantang bilang terserah*
    Sambel tomat aja..
Istri    :  Tomatnya ijo-ijo nih..asem..
Suami: Sambel terasi deh kalo gitu
Istri    : Yaa...terasinya habis pah
Suami: Udah sambel mentah aja..
Istri    : Ih papah..bikin sakit perut tauk..sambel teri aja ya? enak
Suami: Kan aku alergi teri mah..yang lain deh
Istri     : Papah nih susah banget sih, mau dibikinin sambel aja protes mulu..
Suami: ??????
#nelenterihiduphidup

*****
Istri    : Pah, libur panjang nih..enaknya kemana ya?
Suami: *tetap pada prinsip anti bilang terserah*
    Ke pantai aja yuk mah
Istri    : jangan ah..banyak ubur-ubur
Suami: Atau kita nyewa villa di puncak?
Istri    : Musim ujan..jalanan licin
Suami: ke kebun binatang?
Istri    : Capek muterinnya... panas
Suami: *sambil elus rambut istri* gimana kalau di rumah aja..nyobain resep baru mamah?
Istri    : Tuh kan..kalau diajak liburan pasti ujungnya di rumah aja..ngga modal banget sih pah nyeneng-nyenengin istri?
Suami: #ngunyahbukuresep

*****
Istri    : Pah, itu pasangan njomplang banget deh
Suami: Mana? *antusias*
Istri    : Itu.. yang lagi belanja baju..istrinya cantik menjulang kaya model, suaminya kok bantet gitu ya pah.. Kalau menurut papah, suaminya beruntung ngga?
Suami: ya jelas donk..
Istri    : *drama dimulai*
Papa sepertinya ga beruntung ya punya istri aku..udah ngga tinggi, ngga putih, ngga cantik..iya kan?
Suami: ya engga donk sayang..papa beruntung banget punya istri kamu..
Istri     : Kalau beruntung, lalu kenapa papa ngeliatin wanita itu mulu?
Suami: loh katanya suruh ngeliat?
#diare

*******
Istri    : Ish, pasangan itu engga banget deh
Suami: *trauma*
Istri    : Papaaah.. kok melengos sih..lihat donk..itu lhoo suaminya ganteng imut kaya sahrul gunawan, istrinya kok tua bener ya pah?
Suami: *nengok sekilas*
   Hmm...
Istri    : papah kok nggak komentar sih? Pasti papah ngerasa senasib kan sama bapak-bapak itu? Iya kan? Papah ganteng, imut, awet muda, sedangkan mamah cepet tua. Iya kan? Udah deh ngaku aja..
Suami: #stroke

******
Ps: untuk suami yang kebetulan punya kisah yang mirip dengan ilustrasi ini, pesan saya Cuma satu pak:  Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu :D :D

Kuntilanak Merah

Kuntilanak Merah, salah satu urban legend yang paling menyeramkan di Indonesia. Kuntilanak Merah dikenal menghantui beberapa jalan di Jakarta, terutama di sekitar Terowongan Casablanca yang memang terkenal angker.

Kuntilanak merah konon merupakan kuntilanak yang paling jahat yang pernah ada. Menurut cerita, hantu kuntilanak ini menghantui beberapa tempat karena dendam kesumat yang dimilikinya.

Di Terowongan Casablanca yang berada di jalan lintas Kuningan, Jakarta Timur, konon dihantui oleh sosok Kuntilanak Merah. Kuntilanak ini sering menampakkan diri kepada orang-orang yang melintas di jalan tersebut. Beberapa dari mereka mengaku melihat penampakan mengerikan itu yang tiba-tiba muncul di pinggir jalan atau melayang di langit-langit terowongan.

Ada juga pengendara yang mengalami mogok tiba-tiba ketika melintas di jalan itu. Namun, setelah diperiksa ternyata tidak ada yang salah dengan mesin kendaraannya. Konon, hal ini merupakan kutukan dari Kuntilanak Merah.

Suatu waktu pernah terjadi kecelakaan beruntun di Terowongan Casablanca. Saat itu ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang bersama mobil lainnya menuju terowongan tersebut. Saat memasuki Terowongan Casablanca, pengemudi mobil itu mendadak melihat penampakan seorang wanita berjubah merah muncul di tengahjalan. Sontak pengemudi itu terkejut dan berusaha menghindari wanita misterius itu.
Namun, karena dalam kecepatan tinggi dan jalan masih ramai, sulit untuk menguasai mobil miliknya. Sehingga, tabrakan beruntun tidak dapat dihindari. Saat itu juga, penampakan wanita berjubah merah sudah menghilang entah ke mana

Ada sebuah mitos merebak di masyarakat mengenai Terowongan Casablanca yang berkaitan dengan Kuntilanak Merah. Mitos ini mengatakan bahwa ketika akan memasuki terowongan tersebut, sebaiknya membunyikan klakson kendaraan untuk menghindari gangguan dari Kuntilanak Merah. Konon, hal tersebut berarti meminta permisi atau menghargai kejadian yang pernah menimpa arwah penasaran wanita itu.

Mitos itu cukup lama beredar di masyarakat, dan masih diceritakan dari mulut ke mulut. Sebagian masyarakat yang percaya masih melakukan mitos tersebut, demi keselamatan mereka.

Menurut cerita, Kuntilanak Merah itu tidak begitu saja menghantui terowongan di antara jalan Rasuna Said dan Basuki Rahmat tersebut. Ada sebuah sejarah kelam yang melatarbelakangi urban legend yang menakutkan itu.

Konon, di suatu masa, saat jalan lintas itu masih dalam pembangunannya, ada seorang wanita muda terlibat hubungan terlarang dengan seorang lelaki. Walau begitu, kedua pasangan gelap ini tetap berhubungan hingga wanita itu akhirnya mengandung anak dari lelaki tersebut.

Karena hubungan mereka merupakan hubungan gelap, lelaki ini tidak ingin bertanggung jawab dan tidak mengakui janin yang ada di rahim kekasih gelapnya. Setelah didesak oleh kekasihnya, akhirnya lelaki itu kalap hingga menguburkan wanita itu di dalam lubang yang saat itu sengaja disiapkan untuk pembangunan jalan lintas yang ada di jalan tersebut, tanpa sepengetahuan siapa pun.

Menurut cerita yang beredar, hantu kuntilanak selalu berawal dari seorang wanita yang dikuburkan semasa hamil, begitu juga dengan arwah wanita malang itu. Sejak kematiannya, wanita itu bangkit dari kuburnya. Karena sakit hati yang dideritanya, arwah wanita itu menjadi arwah penasaran yang sangat kejam sehingga membuatnya menjelma menjadi Kuntilanak Merah. Konon, warna merah itu menunjukkan dendam kesumat yang teramat dalam yang dipendamnya. Berharap dendamnya terbalas, Kuntilanak Merah itu menghantui jalan tersebut..


Tamat.

Sunday, 31 January 2016

Good bye ( Best sad story )

Setya adalah seorang anak SMA yg suka main game, dan dia menghabiskan waktunya untuk bermain game Lostsaga selama 6 jam perhari, dan hingga suatu saat dia ketemu ama cewe namanya Arin di game tersebut waktu demi waktu dan akhirnya mereka janjian untuk bertemu, Arin tinggal di Bandung sedangkan Setya tinggal di Jakarta, Arin sebenernya sudah ada cowo juga di Bandung, tetapi si Setya ga tau soalnya dirahasiain.. hingga pada suatu saat,

“Rin aku mo ke Bandung di liburan ini, tapi kapannya masih ga pasti, alamat rumahmu masih sama kan?”
“iya, tapi tolong kalo bisa kasih tau yah, soalnya biar aku bisa jemput kamu atau bisa nyambut kamu dulu… “ Jawab Arin
“ah seruan surprise lah, ya uda nanti aku hubungi lagi.. “

Dan akhirnya liburan pun tiba, setya dengan semangat 45 pergi ke Bandung dengan motornya, dan kerumahnya Arin pas hari itu hari Sabtu, saat tiba disana, dia melihat mobil sedan yg lumayan bagus parkir didepan rumahnya Arin, dia gak jadi mampir dulu, tapi muter lagi ke Bandung buat beli setangkai bunga mawar…
Setelah beli dan sampai dirumahnya Arin lagi, ternyata mobil itu masih parkir didepan rumahnya, dia pikir “ah, temen ortunya kali… cuek ah gw dah kangen” dan pas Setya masuk dihalaman, terlihat Arin dengan seorang cowo sedang bercanda mesra… saat melihat itu tangan setya yg baru bawa bunga bergetar… tubuhnya serasa berhenti berjalan… dan tiba-tiba Arin melihat kearah halaman.. dan dia juga kaget, Setya menarik nafas panjang… dan dia langkahkan mendekati berenda tamu depan rumah Arin, dengan modal senyum…

“Sore rin, maaf mengganggu, tapi aku bawa bunga untukmu… surprise….”

“ …….” Arin diam saja..

“Heiii kamu sapa hah? kasih kasih bunga ama cw gw? senyum2 lagi… mo gw tonjok lo?”
“Ow ini cowomu ya? ~senyum~
“rez kenalin ini setya temenku maen game”
“oww temen game LostSaga itu ya? gitu aja ngasih2 bunga, jangan ngarap lu”
“Maaf, ……….. ~senyum~ klo gitu aku pulang dulu ya rin…”

Hati Setya langsung terpuruk habis…. dan dia balik ke Jakarta dengan perasan yg benar-benar gak menentu, dan ditengah jalan Arin menelpon, tapi Setya gak mau angkat hingga akhirnya pas Setya dirumah, Arin telp lagi lewat hpnya, dan Setya pun angkat

“Maafin Arin ya gak cerita, tadi cowoku, tapi aku ga begitu suka dia, soalnya dia keras, cuma aku sama kamu……. aku kenal dia duluan, tapi bukan berarti aku ingin menyakitimu dengan gak kasih tau, justru aku takut menyakitimu… aku gak ingin kehilangan kmu… selama hidupku cuma kamu yg selalu tersenyum manis dan tulus buat ku”

“… Apakah kamu sayang aku?”

“Iyah....”
akhirnya mereka balikan lagi, dan Setya cuek aja mau Arin suka ama cowo itu apa ga yg jelas dia gak ke Bandung lagi.. hingga suatu hari Setya di call gak pernah jawab.. hpnya mati, dan Arin mencari di game Lostsaga gak ketemu-ketemu, akhirnya dia menerima telp penting dari temenya setya.

“Arin kamu bisa ke Jakarta ga?”
“Wah aku baru test semesteran nih”
“Penting, si Setya di RS, dia meminta kamu dateng ke sini, kalo perlu aku jemput, Setya sakit dan udah 5 hari ini dirawat di ICU sini, aku telpon karena disuruh sama keluarga Setya, katanya “Setya menunggu seseorang bernama Arin kamu tau ga dia sapa?” … trus aku jawab, ya om saya tau nanti coba saya telp dia, saya ajak dia kesini”
“hahhhhh, Setya knapa? ada apa?
“Gak tau, aku juga tau baru aja kok, aku kesana ya!”
“Gak usah! Alamat dan nama RS-nya apa? aku langsung kesana sekarang juga”

Dan saat itu juga Arin meninggalkan sekolah dan ke Jakarta dengan naik taksi dia ambil duit tabunganya buat bayar taksi 1 jam kemudian sebelum Arin tiba di Jakarta, tiba-tiba Bapaknya Arin telp.

“Rin kamu dimana?”
“Temenku ada yg masuk di ICU pah..”
“Temenmu? nanti sore kan bisa, papa antar juga bisa?”
“Aku dah dari tadi pagi ada perasaan ga enak dan saat denger kabar ini, aku langsung ke pergi”
“Ya uda RS apa? …………. hah??? itu kan di Jakarta? kamu kesana naik apa? papa kesana juga sekarang… kamu itu rin, sapa sih temenmu sampai kamu belain gini?
“Dia satu-satunya temen yg selalu bikin Arin tersenyum… temen special…, dan yg mengajari biar Arin selalu tersenyum, hingga papa dan mama juga suka kalo liat Arin tersenyum, uda yah pa aku tutup.. low bat”

Sampai di RS, Arin langsung mencari ruang ICU, dan ternyata gak ada Setya, dia sudah dipindahkan ke kamar biasa… “sukur Tuhan dia dah ga di ICU lagi, terimakasih Tuhan”
[slama perjalanan ke Jakarta Arin terus menerus berdoa untuknya]Dan saat kamarnya ditemukan, tampak beberapa orang berkumpul didepan kamarnya Setya, dan temanya Arin menyambut

“Masuk rin, dah ditunggu Setya”

Terlihat saat memasuki kamar itu, banyak yg sedang meneteskan air mata, wajah2 penuh kesedihan terlihat di muka keluarga Setya dan teman-temannya.

“hai Setya…”
“maaf aku meminta kamu datang tiba-tiba” ~seyum~
“ga papa kok, kamu kok ga cerita sih kamu sakit apa?”
“cuma sakit biasa aja, aku ga cerita cuma gak ingin kamu khawatir.. kan baru semesteran khan?” ~senyum~
“ih kamu cerita ga akan bikin aku khawatir kok..” [sambil cubit]
“terus kabarmu gimana sekarang ? tadi kesini naik apa? eh kok kmaren aku liat dompetmu gak ada fotoku sih?”
“dasarrrrrrr dompet gw di intip-intip……..”

Lalu mereka berdua ngobrol 1 jam, ngobrol hal2 yg biasa2 aja

Hingga akhirnya
“rin, aku ingin kamu tau kalo aku sayang kamu, dan bahagia banget bisa kenal dan tau klo ternyata kamu sayang aku”
“kamu ngomong apaan sih… sapa yg sayang kamu ueee”
“pah… mah.. kak…”

Bokap dan kakaknya Setya berdiri mendekat, masih dengan wajah yang penuh sedih

“rin tolong dunk kamu duduk di deketku, dan sangga kepalaku yah, moh pake bantal…”
“eh.. malu Setya… tapi ga papa cuma bentar aja kan?”
“iya… mo ngomong ama papa dan mama dan kakaku dan kamu juga”
“kamu knapa sih? jadi manja gini?”
“pah.. mah kakak……. klo aku pergi, jangan tangisi aku… karena ini adalah hari terbahagiaku selama aku hidup, bisa bersama dengan orang-orang yg sangat aku cintai, dan bisa berkumpul dengan kalian yg begitu menyayangi aku juga… dan karena ada Arin … karena dia.. aku sangat bahagia juga ma…”

“Setya…… [meneteskan air mata] kamu knapa? kok ngomong aneh?” [arin menggenggam tangan setya erat2]

: “memang aku baru manja nih, boleh minta kecup didahiku ga rin?”

“… iya
Arin mengecup dahinya pelan2 dan saat dia mengecup Setya berkata dengan lirih…”

“Arin… aku ingin bilang aku sayang kamu dan terimakasih kamu bisa datang dan membuat hari ini adalah hari yg paling bahagia untuku.. dan ingat aku akan selalu ada dihatimu.. karena aku sayang sama kamu…”

Pelan-pelan tubuh setya mulai melemas.. dan matanya menutup perlahan… dan dia.. tersenyum

“Aku.. sayang….. k a m u…. rin” ~seyum~…………………………
“… aku juga sayang kamu….”
Arin memeluk tubuh Setya dan Setya menghembuskan nafas terakhirnya
“S e t y a….” [ucapnya lirih]

Setya meninggal dalam pelukan kekasihnya, Setya pergi dengan meninggalkan wajah penuh kedamaian dan tersenyum, semua orang di kamar itu gak bisa menangis tersedu-sedu.. bahkan mama dan papanya setya hanya diam dan berlinangan air mata..

Setya telah pergi dengan bahagia… bagai mana bisa bersedih bila Setya merasa ini hari paling bahagia untuknya.
Lalu mamanya Setya memelukArin dan bercerita kalau Setya kena kangker pankreas stadium akhir, dan sudah mengidap selama 1 tahun… seharusnya menurut dokter dia masih bisa bertahan hingga 6 bulan lagi.. tapi kemaren tiba-tiba Setya minta dipindahkan dikamar biasa aja.. dan menunggu Arin… dia ingin habiskan waktu-waktu terakhirnya dengan orang2 yg dia cintai….

Paginya, saat pemakaman Setya, tampak wajah-wajah yg bahagia bukan kesedihan… karena mereka semua mengerti, kata-kata terakhir yg Setya ucapkan benar, Setya pergi dengan sangat bahagia dan tak ada alasan apapun untuk bersedih karena kepergianya… dan saat melihat isi peti mati terlihat wajah Setya yg damai dan tersenyum..

Dan sorenya saat Mamanya Setya mempersilahkan Arin untuk mengambil barang-barang Setya apapun yg bisa dia jadikan kenangan… Arin menemukan sepucuk note, yg tertulis :

==============
“Tuhan terimakasih......"

Monday, 25 January 2016

Kisah Sukses Tamatan SMP Yang Mampu Memiliki 50 Pesawat


Namanya Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi – panggilan akrabnya – juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya. Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut, memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan. “Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.

Ingin pinjam uang di Bank dianggap gila, akhirnya jual Cincin dan Perhiasan yang dia punya buat modal bakul ikan. Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 Pesawat Terbang dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor. Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.

“Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya. Kerja keras pun dilakoni Susi saat itu. Mulai dari berjualan baju, bed cover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkeh. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.

Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan). “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya. Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta.

“Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu. Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam. Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.

Susi Air“Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya. Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara yang sekarang bernama PT DI. Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi saat Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi. Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut Susi, adalah dengan membangun landasan di desa-desa nelayan. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.

Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separuh. “Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila. “Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?”, ujar Susi. Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh.          

“Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda,” ungkapnya. Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.

Perkembangan bisnis sewa pesawat miliknya pun terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya. Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia pun merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui.

“Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya. Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar. “Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk mengangkut perikanan kami,” ujarnya.

Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme. Semoga Kisah Ibu Susi ini bisa memacu semangat Generasi Muda Negeri ini untuk berani berusaha dan mau bekerja keras! Tidak hanya berharap bisa bekerja sebagai pegawai saja, tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini.

Dari cerita di atas semoga bisa membangkitkan semangat para kawula muda, karena dengan semangat dan pantang menyerahnya Ibu Susi mampu mengepakan sayapnya di dunia bisnis. Walaupun hanya berijazah SMP tak menyurutkan semangatnya untuk sukses dalam dunia bisnis.

Semoga ini bermanfaat sebagai penyemangat hidup kita semua.

Sunday, 24 January 2016

''LAGU TERAKHIR UNTUK ITA''

Sudah hampir dua jam Ita mondar-mandir mengelilingi kamarnya, gadis ini terlihat sangat gelisah. Berulang kali dia melirik hp kecil yang ada di tempat tidurnya, tapi tak ada satu pun pesan masuk yang tampak di hp itu.
“Kamu kemana, sih? Kok sms ku nggak di balas-balas” gerutu Ita sambil memencet nomer telepon dengan cepat.
Sebelum Ita sempat menelpon, sebuah SMS masuk dan di layar ponsel itu tertulis My Prince. Secepat kilat dia membuka SMS itu lalu membacanya dengan tidak sabar. Ternyata orang yang selama ini dia tunggu itu baru saja selesai bertanding dalam turnamen voli. Setelah membalas SMS itu, Ita memejamkan matanya untuk tidur, karena malam telah larut.

Keesokan harinya...
Seperti biasa, Ita selalu mengirimkan ucapan selamat pagi pada kekasihnya sebelum dia berangkat kuliah. Namun, hatinya kembali tak tenang ketika sang kekasih belum juga membalas SMS-nya hingga sore hari. Berkali-kali dia mengirimkan SMS, hingga akhirnya balasan yang ditunggu datang.
-aku udah solat dan makan kok-

Ita langsung membalas SMS itu, tapi setelah beberapa kali SMS-an, dia merasa ada yang aneh dengan pesan dari kekasihnya itu. Hingga akhirnya dia tahu kalau ternyata yang membalas SMS itu bukanlah Ivan pacarnya, tapi temannya. Hal itu membuat Ita sangat marah dan tidak membalas SMS itu lagi. Dia berharap pacarnya akan menghubunginya dan meminta maaf langsung padanya.

Tapi pertengkaran itu malah berlanjut hingga malam hari. Meskipun Ivan telah meminta maaf, tapi Ita masih juga kesal dengan sikap Ivan yang tidak mau membalas SMS-nya. Dan malam itu pun berakhir tanpa ada SMS dari keduanya.

Pertengkaran kedua pasangan itu berakhir dengan kata putus yang dikirimkan lewat SMS oleh Ivan. Hal itu membuat Ita yang sejak awal sudah sedih akhirnya menangis di depan sahabat-sahabatnya. Dia tidak menyangka pacar yang selama ini sangat dicintainya ternyata tega memutuskan hubungan mereka begitu saja. Namun, setelah mendengar alasan Ivan yang sudah merasa tidak nyaman lagi dengan dia, Ita akhirnya menerima keputusan itu dengan hati yang hancur.

Malam harinya, Ita yang masih stres dengan kenyataan yang menyakitkan itu mendadak jatuh sakit. Tubuhnya demam dan kadang dia menggigil. Dia berharap Ivan akan menghubunginya dan bilang kalau mereka tidak jadi putus. Tapi harapan itu, hanya menjadi harapan semata, karena tak satu pun SMS dari Ivan yang masuk ke hp-nya.

Sudah hampir seminggu Ita sakit, hingga akhirnya dia harus di rawat di rumah sakit. Tapi kondisinya belum juga membaik. Maag yang selama ini di deritanya ternyata sudah sangat parah hingga menimbulkan pendarahan. Dokter pun mengatakan kalau salah satu faktor yang menyebabkan penyakit Ita semakin parah adalah stres yang dialaminya hingga membuat kondisi tubuhnya menurun.

Gati, sahabat Ita yang paling mengerti keadaan Ita hanya bisa menatap iba tubuh sahabatnya yang sekarang terkulai lemah diatas tempat tidur. Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin kurus. Gati sangat mengerti perasaan Ita yang merasa sangat kehilangan Ivan kekasihnya. Kadang samar-samar dia mendengar Ita menyebut nama Ivan dalam tidurnya, dan hal itu membuat Gati menangis, tak sanggup melihat penderitaan yang di rasakan oleh sahabatnya itu.

“Kamu masih mikirin Ivan, ya?”
“Maksud kamu?”
“Dari kemarin aku dengar kamu memanggil nama Ivan berkali-kali saat kamu lagi tidur. Kamu kepikiran dia lagi?” tanya Gati cemas.
“Iya, aku kangen sama dia. Apa dia menghubungiku?” jawab Ita.
“Setahu aku, sih, belum ada SMS ataupun telepon dari dia. Kenapa?”
“Enggak apa-apa, cuma mau tahu aja dia peduli atau nggak” jawabnya, wajahnya terlihat sedih.
“Apa perlu aku telepon dia untuk kasih tahu keadaan kamu?”
“Enggak usah, aku nggak mau dikasihani sama dia.”

Gati hanya bisa diam mendengar jawaban sahabatnya itu. ketegaran sahabatnya itu, tapi sedih melihat penderitaan yang harus dialami Ita. Gati tahu di saat sakit seperti itu, pasti Ita ingin Ivan ada bersamanya, dan nggak meninggalkannya seperti ini.

Setiap kali Ita merasa sakit di tubuhnya ataupun tubuhnya demam, Ita selalu mendengarkan sebuah lagu ciptaan Ivan, mantan kekasihnya. Dan seperti mukjizat, keadaan Ita perlahan membaik setelah mendengar lagu itu. Gati akhirnya mengerti kerinduan Ita pada Ivan sangatlah besar hingga menyiksa seluruh tubuhnya bukan hanya hatinya.

Hingga suatu hari, tanpa sepengetahuan Ita ivan meninggal karna mengalami kecelakan dan meninggal,
Sejak saat itu sakit yang di alami ita semakin parah keadaanya semakin memburuk hingga akhirnya ita meninggal menyusul ivan.

Selsai.

Sunday, 17 January 2016

Mungkin lebih baik jika aku yg pergi


*siapin tisu sebelum baca* 😭😭

Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam turut membelai lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri menatap indahnya bumi. Sebagai teman paling setia dikesendirianku dalam ketidakadilan ini.
“Oh Tuhan, kapan semuanya akan berubah?” tanyaku dalam pengharapan.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup pelan.
“pasti bi Imah.” Tebakku
“iya, sebentar!” sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
“Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul dibawah.” Ucap Bi Imah saat pintu kamarku terbuka.
“ok bi Dera juga udah lapeer banget.” Candaku padanya.
Bi Imah adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat, hanya ia yang selalu tahu betapa sedihnya aku disaat nilai raportku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu betapa aku ingin seperti kak Dara, saudara kembarku.

Biarkan Aku yang Pergi“wah ada ayam bakar nih. Heem maknyus” ucapku seraya menduduki kursi favoritku.
“dasar gak sopan…” sindir Ayah padaku.
“makanya, jangan nyerocos aja dong jadi cewek.” Timpal kakakku, Virgo.
“iya Dera, kamu duduk dulu baru ngomong, kan ada Papa sama Mama disini. Jadi sopan dikit Ra.” Tambah Kak Dara.
“iya Dera, betul tuh kata Dara. Contoh dia.” Tambah Ibu lagi.
“ok, aku pergi. Silahkan makan!!” ucapku dengan sinis.
Akupun bergegas naik menuju kamarku tanpa sedikitpun menyentuh makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih perih lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.

Matahari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih tertidur lelap. Hingga aku terbangun karena silaunya sinar yang menerpa mataku.
“humh, udah pagi to” ucapku pada diri sendiri,

Aku bergegas mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, aku tak ingin sarapan. Aku hanya mengunjungi Bi Imah yang ternyata sedang menyiapkan bekal untukku.
“makasih ya Bi, Dera sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus padanya
“iya non, Bibi juga sayangg banget sama non Dera, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Imah menyemangati.
Setibanya disekolah, aku segera menuju ruangan tempatku ulangan. Jadwal hari ini adalah matematika dan bahasa inggris. Pelajaran menghitung yang sangat menyebalkan untukku. Karena aku tak seperti kak Dara yang jago menghitung. Dugaanku tepat, soal kali ini susahnya minta ampun. Hingga kertas ulanganku hampir tak terisi. Namun kalau bahasa inggris, inilah kehebatanku. Semua soal dapat kukerjakan dengan mudah. Karena sejak kecil aku sudah sangat hebat berbahasa inggris. Seperti Om Frans dan Tante Siska yang semasa di Jakarta sangat menyayangiku jauh lebih besar dari orang tua kandungku. Namun kini mereka telah pindah ke Amerika dengan anaknya, Dimas.

Waktu seakan berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya pembagian hasil belajar siswa. Kebetulan, aku dan kak Dera berbeda kelas dan sekolah. Kalau aku masih berada dikelas satu SMA, sedangkan ia sudah berada dikelas dua. Semua terjadi karena aku pernah tak naik kelas sewaktu disekolah dasar. Kalau kak Dara sengaja Papa sekolahkah di sekolah terfavorit di Jakarta, sedangkan aku bersekolah di SMA yang didalamnya hanyalah siswa buangan dari sekolah lain yang tidak menerima kami. Karena nilaiku tak sehebat nilai kak Dara dan Kak Virgo. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi daripada aku.
“Pa, ambilin raport Dera ya.” Pintaku
“Papa sudah janji sama Dara kalau Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah.” Jawab Ayahku.
“Ma, ambilin raport Dera ya!” pintaku lagi pada Mama.
“Mama udah janji sama Virgo ngambilib raportnya, dia kan sudah kelas tiga jadi harus diwakilin.” Jawab Mama.
“oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.

Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Imah. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
“Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
“Non Dera juara 1 non.” Ucap bi Imah dengan semangat.
“hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
Ternyata usahaku tak sia-sia, akhirnya aku bisa menyamai prestasi kak Dara.

Setibanya dirumah, semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak Dara dan kak Virgo menjadi terdiam disaat kedatanganku dan Bi Imah.
“gimana hasilnya Ra?, pasti jelek.” Ucap kak Virgo menyindirku.
“gak ko, aku juara 1.” Ucapku dengan semangat.
“ah, juara 1 disekolahmu pasti juara terakhir dikelas Dara.” Ledek Ayah padaku.

Aku kecewa, benar-benar kecewa karena semua prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini. Aku tidak keluar kamar selama dua haripun tak ada yang peduli. Semua orang dirumah hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tak terkecuali Bi Imah yang hampir setiap jam membujukku untuk keluar. Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari yang biasanya.
“oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku

Dihari ketiga aksi diamku dikamar, tiba-tiba rumahku terdengar sebuah suara yang sangat kukenal. Ternyata hari ini, keluarga Om Frans sudah tiba di Jakarta untuk berlibur bersama keluarga kami.
“Dimas? Aku merindukanmu.” Ucapku dengan tertunduk lesu dikamar.
Aku keluar kamar untuk menemuinya, namun ternyata ia sudah berubah dan tak peduli lagi padaku. Semuanya benar-benar berubah, dan kini janjinya ia ingkari untuk menemuiku. Penantianku sia-sia, semua orang telah membenciku dan menjauhiku. Aku sendirian dirumah, bi Imah pulang kekampung karena anaknya sakit. Sedangkan yang lain sedang makan malam dihotel. Dan aku? Tertinggal disini.

Aku hanya makan dan terus memasukkan roti berselai srikaya kemulutku. Sedangkan yang lain asyik berbincang-bincang dengan topic kak Dara dan Dimas. Yang aku tahu, mereka terus membanggakan dua orang yang berprestasi tersebut. Hingga Om Frans dan Tante Siska juga turut berubah padaku. Semua orang mengucilkanku disini. Sesudah sarapan pagiku habis, aku segera pamit menuju taman belakang yang ternyata disana ada kak Dara dan seseorang yang sangat aku sayangi, kak Dimas. Disana, aku sedang melihatnya memberikan setangkai mawar pada kak Dara. Ternyata mereka sudah jadian dan aku tahu, bahwa kak Dimas telah melupakanku.

Akhirnya, hari yang telah lama kunantikan tiba juga. Hari ini, pertandingan karateku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih hadir dilomba kak Dara, olimoiade sains. Walau sedikit kecewa, akan kubuktikan bahwa aku adalah Dera yang hebat. Keinginanku terwujud, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan karate nasional yang diadakan di Jakarta.
“kita panggil, juara nasional karate tahun ini. Alderaya Zivanna dari Jakarta.” Panggil pembawa acara.
Dengan diiringi tepuk tangan meriah, ku naiki podium kebesaranku, dan kurasakan aku sangat dihargai disini.

Setibanya dirumah, kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak Dara dan yang lainnya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku, kak Dara malah menangis dan berlari menuju kamarnya.
“kamu sengaja meledek Dara?” Tanya Papa dengan sinis.
“gak pa! maksud Papa apa sih?” tanyaku tak mengerti.
“Dara kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dengan memajang fotomu diruang ini. kamu tahu kan bahwa diruang ini hanya foto-foto keberhasilan Dara yang boleh menempatinya.” Jawab Papa yang membuatku sangat kecewa.
“Lepas Fotomu!” ucap Mama dengan agak ketus padaku.

Kulepas foto yang sangat aku harapkan menjadi penghubung agar keluargaku menyanjungku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan. Karena aku selalu iri disetiap kak Dara dipuji dan disanjung oleh papa dan mama, serta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah...

Simak selanjutnya di 😭

==> Klik tulisan ini <<=

Tuesday, 12 January 2016

Kisah persahabatan bung karno yang meninggal bersamaan

Hatta yang mendapatkan laporan mengenai kesehatan Bung Karno semakin buruk di Wisma Yaso, lantas menulis sebuah surat untuk diberikan kepada Pak Suharto dan mengecam cara merawat yang dilakukan kepada Sukarno.

Di rumahnya Hatta hanya bisa duduk diteras sambil menangis, ia teringat akan sahabatnya itu. Lalu dia menceritakan kepada Istrinya Rachmi untuk bisa bertemu dengan Bung Karno.

"Kakak tidak mungkin bisa kesana, Bung Karno kan sudah menjadi tahanan politik" ujar istri bung hatta.

Hatta pun menoleh kepada istrinya dan berkata "Sukarno merupakan orang yang terpenting didalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah bersama-sama dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini bisa merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kami itu lumrah tapi aku tidak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".

Hatta secara tegas pun langsung membuatkan surat dengan nada yang tegas untuk diberikan kepada Soeharto agar bisa bertemu dengan Sukarno, ajaibnya ternyata surat itu langsung disetujui dan dia diperbolehkan untuk menjenguk Bung Karno. Hatta pun langsung datang ke Wisma Yago sendirian, ketika masuk kedalam kamar dia melihat kondisi Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan rasa sakit ginjal.

Bung Karno pun membuka matanya. Hatta terdiam & berkata pelan "Bagaimana Kabarmu, No" kata Hatta sambil air matanya menetes melihat kondisi sahabatnya itu.

Bung Karno pun berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa belanda - Bagaimana pula kabarmu, Hatta - memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta jatuh mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno ikut menangis seperti anak kecil.

Dua Proklamator bangsa Indonesia ini menangis, disebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi bisu dua orang yang membantu kemerdekaan Indonesia diakhir hidupnya harus menerima kenyataan pahit, merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang sangat menyiksa dada kita.

Tidak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno pun meninggal pada Tanggal 21 Juni 1970

Saturday, 9 January 2016

Tole baru masuk SD kelas 1

Cerita Humor

Tole baru masuk SD kelas 1, hari pertama dia sudah protes sama ibu guru.
“Bu, saya seharusnya duduk di kelas 3”
Bu guru nya heran “Kenapa kamu yakin begitu?”
Tole menjawab dengan mantap ”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3.”

Akhirnya bu guru membawa Tole ke ruang kepala sekolah. Setelah diceritakan oleh bu guru, pak kepala sekolah mencoba menguji Tole dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD.

Kepsek: Berapa 16 dikali 26?
Tole: 416
Kepsek: Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?
Tole: 1825-1830
Kepsek: Siapa penemu lampu bohlam?
Tole: Thomas Alfa Edison
Kepsek: Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
Tole: omnivora

Setelah beberapa pertanyaan, pak Kepsek bilang ke ibu guru “Kelihatannya Tole memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3”
Tapi ibu guru masih belum yakin “Coba saya tes lagi pak kepsek” kata bu guru.

Ibu guru: Benda apakah yang huruf pertama nya K, huruf terakhirnya L, yang bisa menjadi tegang, bisa lemas?
(mendengar pertanyaan bu guru pak Kepsek melongo kaget)

Tole: Ketapel.

Ibu guru: OK, sekarang apakah yang huruf pertamanya M, huruf terakhir K, di tengah benda itu ada kacangnya?
(pak kepsek makin melongo, sambil melap keringat di jidatnya)

Tole: Martabak.

Ibu guru: OK, berikut. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang-ulang, huruf pertama nya M, huruf terakhir I?
(pak kepsek makin salah tingkah denger pertanyaan bu guru)

Tole: Menggosok Gigi.

Ibu guru: Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran dimalam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhir T?
(pak kepsek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir)

Tole: Nonton Midnight,

Sebelum bu guru melanjutkan pertanyaan, pak kepsek memotong ”Ibu guru, Tole masukin ke kelas 6 aja. Saya aja dari tadi salah terus jawab pertanyaan bu guru.

:: CINTA, Terus Ada Sepanjang Waktu ::

50 tahun yang lalu ...
Ketika ia melamar istrinya, hanya berkata: Percayalah padaku..

40 tahun yang lalu ...
Ketika istrinya melahirkan putri pertamanya, ia berkata padanya: Menyusahkanmu..

20 tahun yang lalu ...
Hari ketika putri mereka menikah, lengannya merangkul bahu istrinya dan berkata: Masih ada aku..

Tahun lalu ...
Hari ketika ia menerima kabar kondisi istrinya kritis, ia berulang kali mengatakan: Aku di sini..

Hari ini, istrinya telah pergi ...
Dia menahan air mata mencium kening istrinya dan berkata: Tunggu aku..

Sepanjang hidup ini, ia tidak pernah mengatakan kepada istrinya, "Aku mencintaimu",
Namun cintanya, tidak pernah hilang.

Cinta sejati adalah sebuah tindakan, bukanlah hanya bahasa.
Lebih baik mencintai sepenuh hati dengan perbuatan daripada mengatakan "I love you" seratus kali.

LIKE & SHARE YA SAHABAT ^_^

Percakapan Sepasang Kekasih Romantis

Cowo: sayang?

Cewe: apa ?

Cowo: kamu lagi apa ?

Cewe: lagi kangen kamu cry :'(

Cowo: hmmz. Aku boleh tanya sesuatu gak?

Cewe: boleh

Cowo: kamu beneran sayang sma aku?

Cewe: yah sayanglah klo gak sayang ga mungkin
kangen hihi.

Cowo: hmmz. Klo misalkan aku gak kasih kabar selama
5 tahun apa kamu bakal anggap hubungan kita berakhir?

Cewe : engga akan. Tpi emang kamu mau kemana?

Cowo : kamu gak perlu tau. Inget satu hal ini yah'aku
selalu sayang kamu'

Cewe: jawab dulu ikhh :'(

Cowo: (ga di bales)

Cewe: sayang

Cowo: (ga di bls)..5 tahun telah berlalu cowo itu
mendatangi rumah pacarnya.
Tapi yg dia temuin adalah orang lain.
Ternyata cewe itu sudah pindah rumah. Lalu cowo itu
mencari kesana kemari alamat pacarnya itu tpi ga ketemu
Akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantornya
sesampainya di sana dia duduk di sebuah kursi dan
membelakangi meja dan menghadap ke kaca jendela.

Mau tau cerita selanjutnya yang sangat sedih ini?hanya ada di👇👇👇

http://line.me/ti/p/%40smileyourlife

(ADD+LANGSUNG SCROLL SAJA,BILA TIDAK? GA AKAN MENDAPATKAN KELANJUTAN CERITA INI)

Wednesday, 28 October 2015

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis ???

Story

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan".

Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.

Jika wanita menangis di hadapan mu

Jika wanita menangis di hadapan mu,
Itu berarti dia tak dapat menahan nya lagi
Jika kamu memegang tangan nya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersama mu sepanjang hidup mu
Jika kamu membiarkan nya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi diri nya yang dulu
Selamanya…………..
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi
Dia menjadi lemah
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangi mu,
Dia akan menurunkan rasa egois nya
Lelaki,
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangan nya dengan pengertian
Dia adalah orang yang akan tetap bersama mu sepanjang hidup mu
Lelaki,
Jika seorang wanita menangis karena mu,
Tolong jangan menyia-nyiakan nya
Mungkin karena keputusan mu,
Kau merusak kehidupan nya
Saat dia menangis di depan mu,
Saat dia menangis karena mu,
Lihat lah mata nya……..
Dapat kah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakan nya?
Pikirkan………..
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Di depan mu dan karena mu……
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam tidak lah memungkinkan lagi
Lelaki,
Pikirkanlah tentang hal itu
Jika seorang wanita menangisi hati nya untuk mu,
Dan semua nya karena diri mu
Ini lah waktu nya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuk nya,
Hanya kau yang tahu jawaban nya
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk mengatakan “MAAF!”
Dan semua nya akan terasa berarti saat kamu kehilangan semua nya. Semua yang sangat berarti untuk mu tapi kau tidak menyadari nya. Bahkan kau hanya menyia-nyiakan nya.

Wednesday, 21 October 2015

SURAT DARI SEEKOR KUCING LIAR

"JIKA TIDAK BISA MENYANYANGI PALING TIDAK JANGAN SAKITI KAMI"

Sebuah Surat Dari Seekor Kucing

Dikutip dari FB seorang penyayang kucing

Salam saudaraku....
Maaf apabila tulisanku ini mengganggumu. Namun aku tidak bisa bercerita langsung kepada kalian. Aku hanya bisa menulis di secarik kertas lusuh ini.

Kemarin aku sedang berjalan dan melihat temanku berlindung di sebuah benda besar. Benda itu memiliki 4 roda, dan kelihatannya terbuat dari besi yang sangat berat. Aku tidak tahu nama dari benda itu. Tapi benda itu telah membunuh temanku.
Ketika benda itu mundur, temanku tertindih benda itu.

Benda itu pergi, lalu aku cepat-cepat lari menghampiri temanku. Aku memanggilnya namun Ia hanya terdiam. Aku melihat darah keluar dari kepala dan lehernya. Aku menjilati darah temanku sambil menangis sampai ada seorang manusia yang mengubur temanku dan menyuruhku pergi dari tempat itu. Betapa baiknya manusia itu. Aku tidak akan pernah melupakannya yang telah menolong sahabatku.

Aku kembali berjalan dan melihat tempat sampah di depanku. Kalian menyebutnya tempat sampah. Namun bagiku ini adalah tempat mencari makan. Setidaknya kami tidak perlu membayar untuk mendapatkan beberapa potong ayam basi. Oh, ternyata di tempat makan ini tidak ada makanan.

Aku terus berjalan sambil menelusuri setiap tempat sampah yang ada. Aku lapar, namun aku hanya bisa mengais tempat ini. Andai saja sahabatku masih hidup. Ia pasti akan sangat menghiburku.

Akhirnya aku mendapatkan sepotong ayam. Meskipun tinggal tulang, aku sangat bersyukur. Namun tiba-tiba ada jantan lain yang mencakar punggungku dan merebut makananku. Ya, kami memang harus bertengkar untuk mendapatkan makanan dan seekor betina. Aku hanya merelakannya dan mengais tempat makan lainnya.

Aku menemukan ayam lagi, dan yang ini lebih besar! Aku sangat bersyukur dan bahagia. Namun ada seorang manusia yang datang dan menendang kepalaku. Aku langsung lari membawa ayam itu dan menikmatinya di tempat yang aman.

Kepalaku masih terasa sakit sekali karena tendangan manusia tadi. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanyalah seekor kucing yang tidak disukai banyak manusia.
Terkadang aku berfikir bahwa menjadi manusia enak sekali. Kalian bisa mencari makanan yang layak dan bergizi. Kalian juga bisa hidup bersama sebagai keluarga.

Aku pulang dengan menenteng sisa ayam di mulutku. Ya, aku sengaja menyisakan ayam tadi untuk anak dan istriku tercinta.

Begitu sampai, istriku bilang bahwa anak kami dipisahkan dari kami oleh seorang manusia. Istriku tidak tahu kemana anak-anak kami dibawa. Kami hanya bisa menangis. Layaknya kalian, kami juga ingin melihat anak kami tumbuh besar dan sehat. Namun itu hanya tinggal impian semata.

Terkadang aku merasa iri dengan kucing-kucing yang dipelihara oleh manusia. Mereka mendapatkan kasih sayang yang besar dan makanan yang layak. Namun kucing-kucing itu adalah bule yang bulunya panjang, lebat, dan halus. Ya aku sebagai kucing kampung hanya bisa melihat mereka dari jauh.

Dan kebanyakan kucing ras lebih banyak disukai oleh manusia, ketimbang kami kucing kampung, ya kami akui kungkin karena kami kotor dan tidak lucu, tidak seperti mereka kucing ras,

Jika aku harus berhenti dan mengais pada setiap tempat sampah, kucing peliharaan hanya tinggal berteriak kelaparan dan majikannya akan memberi makanan.

Pernah suatu waktu aku berusaha mencicipi makanan mereka, namun aku ditimpuk dengan batu oleh majikan mereka.
Ketika melihat manusia makan ikan, aku menghampirinya. Aku berharap mereka akan memberikan rasa iba terhadapku.

Namun aku ditendang lagi. Rasanya sangat sakit. Aku langsung pergi dan hanya bisa berdoa agar manusia itu segera berubah.
Kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, namun mengapa kalian begitu benci terhadap kami? Ya, tubuh kami penuh luka dan menjijikan. Kami memang harus berjuang demi anak-anak dan istri kami. Memang bukan dengan pergi ke kantor, tapi dengan mencari makanan. Mengapa kalian begitu angkuh terhadap kami? Padahal kami tidak pernah menendang atau membalas semua perbuatan kalian.

Sekarang, aku mau menyebrang. Ini bertaruh antara hidup dan mati. Begitu banyak benda yang mirip dengan pembunuh temanku. Jika aku tidak selamat dalam penyebrangan ini, aku hanya bisa berharap anak-anak dan cucu-cucuku mendapat perlakuan yang layak dari kalian.

Biar aku saja yang menerima perlakuan malang ini. Tolong jaga dan kasihi keturunanku ya manusia. Semoga dengan surat ini kalian tahu seberapa besar penderitaan kami.

Selamat tinggal dan terimakasih karena sudah membaca suratku.

#lebih banyak kisah inspiratif ~> klik di sini <~

Thursday, 24 September 2015

Surat Cinta Penjual Buah vs Penjual Sayur

Penjual buah yg patah hati pada penjual sayur mengirim'kan surat yang isi'nya :
»Surat Penjual Buah«
"WAJAHMU MEMANG MANGGIS,
WATAKMU JUGA MELON_KOLIS,
TAPI HATIKU NANAS KARENA CEMBURU,SIRSAK NAPASKU,,,
HATIKU ANGGUR LEBUR,,,
INI DELIMA DALAM HIDUPKU,
MEMANG INI JUGA SALAK KU,
JARANG APEL DIMALAM MINGGU,
YA TUHAN,,,
MOHON BELIMBING-MU,,
KALO MEMANG PER_PISANG_AN INI YG TERBAIK UNTUKKU,
SEMANGKA KAU BAHAGIA DGN PRIA LAIN... SAWO-NARA....

DARI: DURIANTO

Tak lama kemudian...
Si penjual sayur pun membalasnya ..

»Surat Penjual Sayur«
"MEMBALAS KENTANG SURATMU ITU,,,
BROKOLI2 SUDAH KUBILANG,
JANGAN TIAP DATENG RAMBUTMU SELALU KUCAI,,, JAGUNGMU GAK PERNAH DICUKUR.,
DISURUH DATENG MALAM MINGGU, EHH NONGOLNYA HARI LABU...
DITAMBAH KONDISI KEUANGANMU MAKIN HARI MAKIN PARE,,, KALO MO NELPON AKU AJA MESTI KE WORTEL,,,
TERUS TERONG AJA,
CINTAKU PADAMU SUDAH LAMA TOMAT... JANGAN KANGKUNG AKU LAGI, AKU MAU HIDUP SELEDRI
CABE DEHHHHHH........!!!

Salam: SAWITRI

Wednesday, 23 September 2015

Jangan sakiti yang tulus mencintai mu

Cewe : sayang, aku sayang banget sama kamu
Cowo : iya aku juga
Cewe : aku pengen kamu jadi ayah dari anak anakku nanti
Cowo : iya pasti
Cewe : aku bakal segera lamar kamu (bercanda, maksudnya pengen segera dilamar sang pacar. Tp kalau pun harus aku yg ngelamar gpp jg, karna cinta yg sesungguhnya tidak mewajibkan siapa yg harus berkorban untuk siapa, siapa yg harus melakukan untuk siapa)
Cowo : kamu aneh aneh aja sayang, aku yg harusnya ngelamar, aku kan cowo
Cewe : gpp sayang, apa aja yg penting aku sama sama kamu terus. Love you ..
Cowo : love you too .. Besok aku k rumah kamu ya?
Cewe : jangan sayang, ntar aja weekend, kan baru ktemu juga
Cowo : hmm
Cewe : (sesungguhnya menahan rindu, tapi yg ia pikirkan adalah keselamatan sang kekasih, karna gak mau kekasihnya menempuh perjalanan jauh dengan motornya)

Weekend pagi .... Si cowok slalu bangun siang,
Cewe : sayang kamu coba bangun pagi de, trus olahraga, pasti tubuhnya lebih fit, lebih sehat, gak lesu gtu
Cowo : malas ah
Cewe : iya de gpp, love you..

Sewaktu jalan di mall ....
Cowo : *sibuk sendiri ama gadget*
Cewe : sayang, bole gandeng aku gak?
Cowo : *senyum trus gandeng*

Masuk ke resto ....
Cowo : pesan ini yah 2
Cewe : hmm, satu aja dulu. Ntar kalau kurang baru mesen lagi ya? (maksudnya kasian ama pacar biar hemat)
Cowo : yauda gak usah aja sekalian *ngambek trus nyuekin*
Cewe : yauda gpp pesen itu aja
Cowo : *nyuekin*
Cewe : *nahan air mata*

Waktu lagi duduk ngobrol berdua ....
Cowo : *sharing masalah kerjaan*
Cewe : kalau menurut aku sih bagus nya tuh gini sih yank, saran aku sih gtu ....
Cowo : hmm
Cewe : aku cuma ngasi saran, keputusan kan ttep di tangan kamu ._.
Cowo : kamu terlalu bossy, terlalu ikut campur, suka amat ngatur
Cewe : aku gak ngatur, aku cuma ngasi pendapat. Maaf kalau aku salah ....

Waktu si cewe berusaha ngebantuin sang pacar apapun keadaannya dan dimana pun, support semua kerjaannya bukan hanya dalam bentuk motivasi bahkan berusaha membantu sebisa mungkin ....
Cowo : kamu kemana aja katanya mau bantuin?
Cewe : maaf tadi bantuin mama bentar, ayuk lanjutin

Ngebantuin si cowo hingga larut malam ....
Cewe : *ketiduran*
Cowo : ketiduran?

Besok paginya ....
Cewe : maaf sayang, aku ketiduran
Cowo : lain kali kalau gak niat bantu jangan ngomong mau bantu
Cewe : kamu kok gtu, aku niat bantu, aku kan bantuin, tapi aku gak sengaja ketiduran *nangis*

Sewaktu si cowo ulang tahun, si cewe beli cake trus ditulis "happy birthday dear", berharap si cowo bahagia. Melihat kekasihnya tersenyum, si cewe senang, senang banget. Tapi ternyata ada yg buat si cowo jauh lebih bahagia drpd hadiah dari si cewe, si cowo pamerin hadiah dari org lain dengan pesan status yg sangat bahagia di sosmed, tanpa mengikutsertakan hadiah dari kekasih bahkan tidak mengucapkan terimakasih kepada kekasih juga. Si cewek cuma bisa nangis. Merasa tidak pernah dianggap sbg kekasih.
Cewe : sayang sekali kali pasang foto berdua donk bentar aja, 5 menit aja, atau tulis I love you, bole?
Cowo : gak penting tau gak sih, mang sgtu pentingnya bagi kamu pamer di sosmed? Trus gmn org jaman dulu sewaktu belum ada gadget?
Cewe : hmm, bukan gtu, yauda de

Setaun kemudian sewaktu si cowo ultah lagi,
Cowo : kok cake nya kamu tulis happy birthday doank?
Cewe : iya, biar kamu gak malu. Kalau aku tambahin dear ntar kamu gak mau taruh di sosmed lagi. Maaf
Cowo : *ngepost k sosmed cake nya, ttep aja tanpa ucapan trimakasih untuk "si pemberi""

Sewaktu lagi chat ....
Cowo : aku pasrah, usaha apa aja gagal, berasa bosan hidup, gak berguna
Cewe : kamu jangan gtu, jangan ngomong gtu sayang, jangan nyerah, kamu berguna, masih ada seseorg yg butuh kamu ....(maksudnya aku)
Cowo : ....
Cewe : jangan menyerah, kita pasti bisa sama - sama sukses. Gmn kalau kita coba usaha yg seperti ini ?
Cowo : gak, aku uda males, uda gak niat
Cewe : ....
Cowo : udalah
Cewe : kalau aku sukses nanti, aku mau ngelamar kamu
Cowo : hmm, jangan mau sama aku, aku tuh cowo yg gak berguna, kamu gak bakal bahagia sama ku
Cewe : *nangis* kamu kok gtu, mang kamu tau bahagia ku apa? Bahagia ku siapa?

Keadaan semakin berubah, sikap si cowok semakin menjadi jadi, semakin menghindar, menjauh, berbohong. Ternyata .... Si cowok sudah punya kekasih baru,
Cowo : *lagi main gadget*
Cewe2 : sini hp kamu, aku gak suka ya, kita lagi berdua kamu sibuk ama gadegt
Cowo : iya sayang
Cewe2 : kamu kemarin knp gak datang?
Cowo : aku ada kerjaan sdkit
Cewe2 : kapan punya waktu buat aku? Aku mau kamu setiap harinya datang
Cowo : iya sayang, maaf. Pasti kok, aku jg kangen kamu kalau gak jumpa
Cewe2 : coba liat hp kamu sini
Cowo : hmm gak ada apa apa kok (endchat semua chat)

Ketika kekasih lama tau....
Cewe : kamu knp gtu? Aku salah apa? Aku uda banyak berkorban buat kamu
Cowo : aku uda gak punya feel sama kamu. Kamu terlalu bossy, suka ngatur
cewe : aku ngatur apa?
Cowo : banyak, kamu gak merasa mungkin karna kamu uda terbiasa hobi ngatur
Cewe : (benar benar gak paham, ngatur bagaimana? Gak pernah melarang dia berteman, gak pernah buat dia terikat, bahkan menyentuh ponselnya pun hampir tidak pernah, apa password nya pun gak pernah bertanya, adakah foto ku di dompet kamu? Di wallpaper hp kamu selama pacaran? Jawabannya gak ada, gak pernah dan gak akan pernah bagi kamu)
Cowo : jangan cari aku lagi !

Ketika si cowo bertemu dengan temannya,
teman : hai bro, besok nongkrong yuk
Cowo : gak bisa bro, cewe gua minta dianterin besok
teman : banyak aturan ya cewe loe
cowo : gak bro, mantan gua yg banyak aturan. Kalau yg ini mah, karna dia sayang gua. Org yg mencintai kita gak bakal ngebiarin kita memelihara hal hal buruk dalam diri kita, semua demi kebaikan gua bro
teman : lah gua bingung ama pemikiran loe, dulu dia yg suka ngasi saran, nasehat, slalu ngebantuin loe, loe katain ngatur. Sekarang yg jelas jelas ngatur kayak nyonya besar loe katain sayang. Cinta bego loe!
Ciwo : gak usah ikut campur urusan gua!

Si cewe cuma bisa nangis berhari hari, hingga suatu hari ia merasa harus bangkit, harus sukses, buat tepatin janjinya k si cowo. Hingga suatu hari ia mempersiapkan kejutan buat si cowo, si cewe masih belum putus asa, berharap semua masih bisa membaik ....

Si cewe ngundang si cowo ke sebuah taman, dan kemudian .... Banyak lilin berbentuk "I love you" , dan bunga bunga
Cowo : apa ini?
Cewe : aku .... Aku mau ngelamar kamu.. Maukah kamu menikah denganku? (sambil nahan air mata, sesungguhnya logika berkata ini hal bodoh, si cowo gak akan mungkin nerima dia. Tapi hatinya memaksa untuk mencoba untuk terakhir kalinya)
Cowo : gak bisa! Apa apaan ini! Aku uda ngelamar dia, aku dan dia bakal nikah bulan depan!
Cewe : (menangis hingga tidak dapat berkata apa-apa, ia berjalan mundur kemudian berlari, berusaha berlari sejauh mungkin. Hingga.. Sebuah kecelakaan terjadi, mengakibatkan ia meninggal dunia)

1 bulan kemudian si cowo menikah. Beberapa bulan kemudian, si cowo diberhentikan dari pekerjaannya. Dan ketika pulang ke rumah, ia mendapati istrinya yg sedang berselingkuh dengan pria lain. Betapa hancurnya perasaan si cowo, melihat dengan kedua matanya sendiri, ia begitu terpukul dan menyesali, teringat semua perbuatannya di masa lalu. Ia kemudian tidak mampu menerima kenyataan....

Akhirnya ia pun mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.