menu

Tuesday, 12 January 2016

Kisah persahabatan bung karno yang meninggal bersamaan

Hatta yang mendapatkan laporan mengenai kesehatan Bung Karno semakin buruk di Wisma Yaso, lantas menulis sebuah surat untuk diberikan kepada Pak Suharto dan mengecam cara merawat yang dilakukan kepada Sukarno.

Di rumahnya Hatta hanya bisa duduk diteras sambil menangis, ia teringat akan sahabatnya itu. Lalu dia menceritakan kepada Istrinya Rachmi untuk bisa bertemu dengan Bung Karno.

"Kakak tidak mungkin bisa kesana, Bung Karno kan sudah menjadi tahanan politik" ujar istri bung hatta.

Hatta pun menoleh kepada istrinya dan berkata "Sukarno merupakan orang yang terpenting didalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah bersama-sama dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini bisa merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kami itu lumrah tapi aku tidak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".

Hatta secara tegas pun langsung membuatkan surat dengan nada yang tegas untuk diberikan kepada Soeharto agar bisa bertemu dengan Sukarno, ajaibnya ternyata surat itu langsung disetujui dan dia diperbolehkan untuk menjenguk Bung Karno. Hatta pun langsung datang ke Wisma Yago sendirian, ketika masuk kedalam kamar dia melihat kondisi Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan rasa sakit ginjal.

Bung Karno pun membuka matanya. Hatta terdiam & berkata pelan "Bagaimana Kabarmu, No" kata Hatta sambil air matanya menetes melihat kondisi sahabatnya itu.

Bung Karno pun berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa belanda - Bagaimana pula kabarmu, Hatta - memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta jatuh mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno ikut menangis seperti anak kecil.

Dua Proklamator bangsa Indonesia ini menangis, disebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi bisu dua orang yang membantu kemerdekaan Indonesia diakhir hidupnya harus menerima kenyataan pahit, merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang sangat menyiksa dada kita.

Tidak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno pun meninggal pada Tanggal 21 Juni 1970

No comments:

Post a Comment