menu

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, 7 December 2016

RASA YANG HILANG


berat terasa berjalan tanpa arah
terus berputar tanpa ada celah
menyinggung muram desir hari terbuang
menanti disini berharap kembali

ketika kata tak terucap,
ketika hasrat tak berharap
ketika beban terasa hilang..

terpisah jarak tak berarah,
tenggelam dalam penantian
tinggalkan duka, tinggalkan luka,hilangkan rasa

terbesit dalam ingatan lelah rasa tak menentu
sulit untuk terucap kata-kata
penantian yang telah hilang berharap bisa kembali
RASA YANG HILANG, rasa yang hilang

sisi-sisi tak berdaya menahan semua beban perasaan yang ada
menanti,,disini,,berharap kembali,,
sakit yang terus terasa..

Tuesday, 6 December 2016

Andaikan kau menganggap ku ada


Kau yang selalu menjadi pujaan ku
Apa kabar mu sekarang, apa kau baik-baik saja ?
Aku di sini selalu setia menunggumu
Meskipun aku tau kau tak pernah peduli

Begitu besar rasa sayang ku ini untukmu
Hingga aku rela untuk terlihat bodoh
Menunggu sesuatu yang tak mungkin terjadi
Menunggumu mencintai diriku

Entah sampai kapan kau akan mengabaikan ku
Apapun yang aku lakukan kau tak pernah peduli
Entah apa kesalahan yang pernah ku lakukan
Hingga tak sedikit pun kau menganggap ku ada

Aku masih selalu berharap dan menunggu di sini
Meskipun perih dalam hatiku , meski sesak nafas ku
Aku hanya bisa berdoa semoga suatu saat kau bersamaku
Seperti impian ku selama ini bersamamu

Terimakasih kau telah mengisi hati ku
Meskipun itu hanya angan-angan ku saja. . 

Thursday, 17 November 2016

Puisi untuk kekasih terbaik



Cinta..Kenapa kau tinggalkan aku ?
Takkan ada cinta seperti dirimu lagi.
Saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh.

Ku begitu ingin kau memelukku untuk terakhir kalinya.
Aku begitu menyayangimu walaupun aku tahu kau takkan pernah peduli.
Aku masih merindukanmu walaupun aku tahu kauterus menjauhi aku.

Aku tak kan sanggup mengahapus segala bayangmu.
Tapi kini ku relakan kau pergi dariku.
Kegembiraan yang ku rasakan saat memilikimu.
Telah berubah menjadi kesedihan karena kehilangan mu.

Mengapa diriku takkan pernah bisa melupakanmu.
Dan mengapa dirimu yang selalu ada di pikiran ku.
Mungkin salahku juga terlalu mencintaimu sepenuh hatiku.

Ku ratapi kisahku dengan air mata.
Ku renungi kisah kita dengan tangisan ini.
Hati ini terlalu sakit , karena cintamu.

Serpihan demi serpihan luka ku rasa.
Kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat.
Semakin ku kenang semakin hancur hati ini.

tapi mengapa ?
Sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu.
Bilur-bilur luka meleleh, harapan cinta mengental.
Mencoba menghenti tangis dan menghapus air mata di pipi.

Mengapa luka ini membuat aku makin cinta ?
Kapan kah air mata ini menjadi air mata bening dan tak keruh ?
Kapan kah derai tangis ku terhenti menjadi setetes dan terakhir ?

Seharusnya aku tak perlu aku tangisi , harusnya aku kuat.
Seharusnya aku tak perlu pertaruhkan air mata ini.
Hanya demi satu kenangan dan masa yang telah pergi.

Tapi mengapa ? mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya.
Mengapa terus jatuh dan menumpah air mata yang perihkan hati ini.
Hati aku sekarang menjadi perasa.

Airmata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang telah mengabaikan ku.
Mataku yang menjadi saksi bagaimana air mataku jatuh untuk nya.
Air mataku terus jatuh terlalu banyak dan menderai.
Terlalu lama menetes dan terus menumpah.

Aku sendiri bersama keluh kesahku,
yang tenggelam oleh suara tangisku.
Bersama serpihan hati yang akan aku bawa.
Sampai aku MATI .

Monday, 18 July 2016

Maafkan aku

Ingin ku memutar waktu ke masa lalu
Kembalikan semuanya seperti dulu
Sebelum adanya air mata di wajahmu

Hentikan waktu tuk sementara
Biar ku ulang ke masa laluku
Agar dapat hidup bersamamu

Kini cintanya tlah pergi
Hilang ditelan bayang kelam
Waktu tak akan berhenti

Jam pun tak akan sudi
Bila ini harus terjadi
Maafkan aku...

Takkan ku bayangkan saat itu
Hanya diriku yang tega meninggalkanmu

Saturday, 11 June 2016

Puisi cinta paling sedih

SERPIHAN LUKA

Cinta…
Kenapa kau tingggalkan aku..
Takkan ada cinta seperti dirimu..
Saatku ku sendiri engkau menjauh..

Ku begitu ingin kau memelukku tuk terakhir kalinya..
Aku begitu menyayangimu walau pun kau tak pernah peduli..
Aku masih merindukanmu walau pun ku tau kau terus jauhi aku..

Aku tak sanggup hapus bayangmu..
Tapi kini ku relakan engkau pergi dariku..
Kegembiraan yang ku rasakan saat bersamamu..
Telah berubah jadi kesedihan karena kehilanganmu..

Mengapa diriku tak bisa melupakanmu..
Dan mengapa dirimu yang selalu ada dalam pikiranku..
Mungkin salahku juga terlalu mencintaimu sepenuhhatiku..

Ku ratapi kisahku dengan air mata..
Ku renungi kisah kita dengan tangis sendu..
Hati ini terlalu sakit, karena lukamu..
Serpihan demi serpihan luka ku rasa..
Kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat..

Semakin ku kenang semakin hancur hati ini..
Tapi mengapa sampai sekarang ku bisa mencintaimu..
Bilur - bilur luka meleleh, harapan cinta mengental..
Mencoba membungkam tangis dan menghapus air mata di pipi..

Tapi...
Mengapa luka ini membuatku makin cinta..
Kapankah air mata ini menjadi air mata yang bening dan tak keruh..
Kapankah derai tangisku berhenti menjadi setetes dan terakhir..

Seharusnya aku tak perluku tangisi, harusnya ku kuat..
Harusnya ku tak perlu pertaruhkan air mata ini untuk satu kenangan dan masa yang telah pergi

Tapi mengapa, mengapa sampai sekarang ku tak bisa melupakannya,
Mengapa terus jatuh, dan tumpahkan air mata yang jatuhkan hati ini..

Hati ku sekarang jadi perasa..
Air mata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang mengabaikanku..
Mataku jadi saksi bagaimana air mata ku jatuh untuknya

Air mataku terus jatuh terlalu banyak menderai..
Terlalu lama menetes dan terus menumpah..
Aku sendri bersama keluh kisahku yang tenggelam oleh suara tangisku..
Bersama serpihan hati yang ku bawa, sampai ku mati.

The end.

Follow kami di instagram @diary.hari.ini