menu

Saturday, 26 March 2016

Tips 10 malam terakhir Ramadhan

oleh Sheikh Tawfique Chowdhury

1.Mula dengan niat yg bersih & tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksima, bersiaplah untuk memaksimakannya. Jika benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2.Baca tafsir surah AlQadr & fahami apa yg sebenarnya terjadi pada malam lailatulqadar. Anda akan merasakan keagungan & kekuatannya, insyaAllah.

3.Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Setiap malam dari 10 malam terakhir harus jadi target anda. Jangan sampai lailatulqadar berlalu begitu saja.

4.Jangan terikut-ikut dengan kegiatan2 yg diada2kan (bid'ah) oleh kelompok2 tertentu. Ikut sunnah Nabi s.aw. Tuntunan baginda mudah: "Sesiapa yg berjaga & berdoa pada malam laylatulqadar dengan penuh iman & mengharap akan ganjarannya, dosa2nya yg telah lalu akan diampuni." 5.Hafal doa malam lailatulqadar yang diajarkan Rasulullah: "Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'anni"

6.Siapkan senarai pendek doa-doa untuk dimohon. Ini adalah waktu yg sangat istimewa bagi seorang hamba. Pilihlah doa-doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu, keluargamu & saudara2 muslimmu.

7.Tidur sebentar waktu siang jika berkesempatan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang & tidur awal setelah isyak & tarawih. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8.Jangan lupa keluargamu! Rasulullah membangunkan para isterinya pada malam2 ini. Anak2 juga diajak beribadah. Beri semangat & motivasikan mereka!

9.Cara berpakaian & mempersiapkan diri mempengaruhi psikologi. Pakailah pakaian yg terbaik ketika beribadah.

10.Pilihlah ruang khusus yang selesa untuk beribadah, samada di masjid atau di rumah.

11.Ini BUKAN malam untuk post status di FB, twitter atau media sosial apapun. Biarlah ia menjadi rahsia indah antara hamba dengan Rabbnya.

12.Jika mengantuk, maka pelbagaikan bentuk ibadah antara solat, berdoa dan membaca Quran.

13.Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin sangat meletihkanmu. Sabar kerana hikmahnya terlalu indah buatmu.

Semoga renungan ini bermanfaat..

"AKU HANYA INGIN PASANGAN YANG SEDERHANA"

  Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.

Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.

Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-NYA.
Pasangan yang mengharapkan Surga-NYA.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhaan-Nya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.

Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya.
Seseorang yang berpedoman pada Kitab-Nya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.

Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.

Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.

Hanya satu keinginanku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri shalihah...

Semoga renungan ini bermanfaat..

Friday, 25 March 2016

Sebuah Kisah yang Membuat Kulit Merinding. .

Kami pernah berlayar di atas sebuah kapal. Lalu angin laut menghempaskan kami ke sebuah pulau. Kemudian kami turun. Tiba tiba ada seseorang yang sedang beribadah kepada sebuah patung. Kami pun menemuinya dan berkata kepadanya, “Wahai pemuda, siapakah yang sedang kamu sembah?” Lalu dia menunjuk kepada sebuah patung berhala. Kami pun mengatakan, “Kalau ini bukan tuhan yang patut disembah.” Dia pun berkata, “Kalau kalian, siapa yang kalian sembah?” Kami menjawab, “Kami menyembah Allah.” Dia menjawab, “Apa itu Allah.” Kami mengatakan, “Allah adalah Rabb yang Arsy-Nya ada di langit, Dia menguasai bumi dan ketetapan-Nya berlaku bagi seluruh makhluk, baik yang hidup ataupun yang mati.” “Lalu bagaimana Dia memberitahu kalian akan hal itu?” Tanya dia. Kami menjawab, “Rabb Yang Maha Merajai lagi Maha Agung, Maha Pencipta yang Mulia menganugerahkan kepada kami seorang Rasul yang mulia, dan Rasul itulah yang mengabarkan kepada kami.” “Lalu apa yang dilakukan Rasul tersebut?” Tanyanya. Kami menjawab, “Menyampaikan risalah (ajaran Allah). Lalu Allah mewafatkannya.” “Apakah dia meninggalkan sebuah tanda untuk kalian?” Tanyanya. “Ya.” Jawab kami. “Apa yang dia tinggalkan?” Tanyanya lagi. Kami menjawab, “Beliau meninggalkan untuk kami sebuah kitab suci dari Rabb Yang Maha Memiliki.” “Tunjukkan kepadaku kitab dari Rabb kalian itu.” Pintanya. “Biasanya kitab-kitab nya para Raja itu bagus-bagus.” Timpalnya lagi. Lalu kami memberikan kepadanya mushaf Al-Qur’an. Dia berkata, “Aku tidak tahu apa ini.” Lalu kami membacakan kepadanya sebuah surat dari Al-Qur’an. Ketika kami sedang membacanya tiba-tiba dia menangis dan terus menangis sampai kami selesai membaca hingga akhir surat.

Dia berkata, “Pemilik perkataan ini seharusnya tidak boleh ditentang dan dimaksiati.” Kemudian dia masuk Islam, lalu kami mengajarkan syariat-syariat Islam dan surat-surat dari Al-Qur’an kepadanya.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Sebuah Kisah yang Membuat Kulit Merinding. .

Kami pernah berlayar di atas sebuah kapal. Lalu angin laut menghempaskan kami ke sebuah pulau. Kemudian kami turun. Tiba tiba ada seseorang yang sedang beribadah kepada sebuah patung. Kami pun menemuinya dan berkata kepadanya, “Wahai pemuda, siapakah yang sedang kamu sembah?” Lalu dia menunjuk kepada sebuah patung berhala. Kami pun mengatakan, “Kalau ini bukan tuhan yang patut disembah.” Dia pun berkata, “Kalau kalian, siapa yang kalian sembah?” Kami menjawab, “Kami menyembah Allah.” Dia menjawab, “Apa itu Allah.” Kami mengatakan, “Allah adalah Rabb yang Arsy-Nya ada di langit, Dia menguasai bumi dan ketetapan-Nya berlaku bagi seluruh makhluk, baik yang hidup ataupun yang mati.” “Lalu bagaimana Dia memberitahu kalian akan hal itu?” Tanya dia. Kami menjawab, “Rabb Yang Maha Merajai lagi Maha Agung, Maha Pencipta yang Mulia menganugerahkan kepada kami seorang Rasul yang mulia, dan Rasul itulah yang mengabarkan kepada kami.” “Lalu apa yang dilakukan Rasul tersebut?” Tanyanya. Kami menjawab, “Menyampaikan risalah (ajaran Allah). Lalu Allah mewafatkannya.” “Apakah dia meninggalkan sebuah tanda untuk kalian?” Tanyanya. “Ya.” Jawab kami. “Apa yang dia tinggalkan?” Tanyanya lagi. Kami menjawab, “Beliau meninggalkan untuk kami sebuah kitab suci dari Rabb Yang Maha Memiliki.” “Tunjukkan kepadaku kitab dari Rabb kalian itu.” Pintanya. “Biasanya kitab-kitab nya para Raja itu bagus-bagus.” Timpalnya lagi. Lalu kami memberikan kepadanya mushaf Al-Qur’an. Dia berkata, “Aku tidak tahu apa ini.” Lalu kami membacakan kepadanya sebuah surat dari Al-Qur’an. Ketika kami sedang membacanya tiba-tiba dia menangis dan terus menangis sampai kami selesai membaca hingga akhir surat.

Dia berkata, “Pemilik perkataan ini seharusnya tidak boleh ditentang dan dimaksiati.” Kemudian dia masuk Islam, lalu kami mengajarkan syariat-syariat Islam dan surat-surat dari Al-Qur’an kepadanya.

Semoga renungan ini bermanfaat..

MERASA LEBIH BAIK

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُم
ْ
“Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.” (HR. Muslim no. 2142). Jika kita ingin memiliki tahu bahayanya menganggap diri lebih baik, maka coba lihatlah pada kekurangan kita dalam ketaatan. Lalu lihat para orang yang menyatakan kita baik. Maka kalau seandainya mereka tahu kekurangan kita, pasti mereka akan menjauh.

Layaknya sebuah pepatah “Semut di seberang lautan nampak, namun gajah di pelupuk mata tak nampak.” Dari Abu Hurairah, ia berkata,

يُبْصِرُ أَحَدُكُمْ القَذَاة فِي أَعْيُنِ أَخِيْهِ، وَيَنْسَى الجَذَل- أو الجَذَع – فِي عَيْنِ نَفْسِه
ِ
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592, shahih secara mauquf). Hati-hati pula dengan sifat ujub, yaitu takjub pada diri sendiri.
Harusnya kita melihat contoh Abu Bakr, ia malah berdoa ketika dipuji oleh orang lain.

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْن
َ
Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun. [Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

Semoga renungan ini bermanfaat..

Pengaruh Buruk Dosa dan Maksiat

“Dosa dan maksiat akan merusak hati, akal dan agama.” Ketahuilah bahwa setiap kali seorang hamba melakukan perbuatan dosa dan maksiat, maka akan ditorehkan satu titik hitam di hatinya. Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُـعْـرَض الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَات وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاه “Fitnah-fitnah membentang dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam. Sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua: Yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada yang membahayakannya selama ada langit dan bumi. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka sedikit demi sedikit akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup, tidak lagi menerima yang ma’ruf dan tidak lagi mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintainya oleh hawa nafsu.” [Hadits ini shahih.diriwayatkan oleh: Imam Muslim dalamShahiih-nya (no. 144), Imam Ahmad dalamMusnad-nya (V/405), Imam al-Baghawi dalamSyarhus Sunnah (no. 4218)]
islam.istiqomahDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhubahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَهُ اللَّهُ فِى كِتَابِهِ كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ “Sesungguhnya apabila seorang yang beriman berbuat satu kesalahan (dosa), maka akan ditulis noktah hitam di hatinya. Tetapi jika ia menahan dirinya (dari perbuatan maksiat), meminta ampun kepada Allah dan bertaubat, maka hatinyapun akan bersih kembali, dan jika ia berbuat kesalahan lagi, maka akan ditambah titik hitam tersebut di hatinya, sehingga titik-titik itu memenuhi hatinya. Dan itulah ‘raan’ yang difirmankan Allah “Sekali kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” QS Al-Muthaffiffiin:14 [Hadits hasan shahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no.3334), Ahmad (II/297), Al-Hakim (II/517), Ibnu Majah (no.4244) dan Ibnu Hibban (dalam At-Ta’liiqaatul Hisaan, no.926 dan 2776)] Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan “Itu adalah dosa di atas dosa sehingga membuat hati menjadi buta, lalu mati.” [Tafsir Ibni Katsiir (VIII/351)] Sementara hati yang sehat selalu mengikuti keburukan dengan kebaikan dan mengikuti dosa dengan taubat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ad-Daa’ wa Ad Dawaa’ menyebutkan bahwa pengaruh dosa dan maksiat dalam kehidupan seorang muslim sangat bahaya dan mempunyai dampak negatif sebagaimana pengaruhnya racun terhadap tubuh manusia.

Dosa dan maksiat akan menghalangi masuknya ilmu

Ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam hati tersebut. Ketika Imam Asy-Syafi’i rahimahullah merasa bahwa hafalannya rusak, beliau pun bertanya kepada gurunya Imam Waki’ rahimahullah,

Imam Asy-Syafii berkata:“Aku mengadu kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu ia membimbingku agar aku meninggalkan maksiat. Ia kabarkan padaku bahwa ilmu adalah cahaya.Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”(Diwan Imam asy-Syafi’i dan Ad-Daa’ wa Ad Dawaa’)

Semoga renungan ini bermanfaat..

Stop Complaining, Keep Fighting

TAK ADA WAKTU UNTUK MENGELUH

Kita paham kalau nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk kita hitung.

Allah Ta'ala berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18). Kita juga paham kalau Allah Ta'ala pasti juga menguji kita. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-'Ankabuut : 2)

Ketahuilah... Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah tiada henti. Logikanya jika nikmat Allah Ta'ala itu banyak dan gak bisa kita hitung maka harusnya 'Tak Ada Waktu Untuk Mengeluh!'. Allah berfirman : "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya" (QS Al-'Adiyaat : 6)

Al-Hasan rahimahullah berkata :

Yaitu orang yang menghitung-hitung musibah (yang sedikit) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robnya (yg telah banyak diberikan kepadanya). (Tafsir Ibnu Katsir 8/467)

Sekarang apakah kita termasuk ingkar ? Atau termasuk yang sabar ?

Ingat, jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.
Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut), maka baginya murka Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2396).
'Stop Complaining, Keep Fighting'

Semoga manfa'at

4 Tingkatan Sabar

# Ketauhilah 4 Tingkatan Sabar Agar Hidup Kita Bahagia Dunia-Akhirat

Salah satu pelajaran TAUHID yang sangat berguna adalah mempelajari tingakatan sabar -Ini 4 tingkatan sabar dalam menghadapi musibah dan ujian

1. Marah
Bisa jadi tidak terima dengan takdir Allah, ini bisa mengurangi Tauhid seseorang bahkan bisa terjerumus dalam kesyirikan karena mencela takdir Allah

2. Sabar
hatinya mungkin terasa pedih tetapi ia masih mampu menahan diri dari perbuatan menentang takdir Allah, misalnya mencela atau "mengamuk" banting sesuatu

3. Ridha
Hatinya sama saja ketika mendapat musibah atau nikmat dan dia berusaha ridha, ketika ada rasa tidak menerima, ia berusaha lawan dan ridha

4. Bersyukur
Inilah tingkatan tertinggi, ia tahu hakikat musibah, menerima takdir, itulah yang terbaik, menghapuskan dosa, meningkatkan derajat, bisa jadi menghadap Allah tanpa dosa sama sekali kelak -Semoga kita termasuk dalam tingkatan yang bersyukur, walaupun berat, badai pasti berlalu, betapa banyak kita telah melewati musibah yang lebih berat dari sayang dan dunia tetap saja berlalu tanpa bekas -Agar bisa bersabar tingkat tertinggi kita harus belajar TAUHID asma wa sifat untuk mengenal sifat Allah, tatkala terkena musibah, ingatlah sifat Allah
Yaitu lebih sayang terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada bayinya di buaian setelah lama terpisah dengan bayinya karena bayinya hilang

Semoga renungan ini bermanfaat..

Lagu perpisahan sekolah

Ini adalah sebuah lagu yang saya ciptakan untuk mengenang teman-teman seperjuangan saya saat sekolah SMK..

Lewat lagu ini semoga mereka selalu ingat saat-saat indah ketika sekolah.

Klik untuk mendengarkan lagu ini

Tuesday, 23 February 2016

Ketika cinta bertasbih

Dunia terasa begitu indah.
Tanpa terasa bunga bunga dihati kian bersemi.
Harum semerbak bagai bunga kasturi.
Meski cinta ini tak berwujud.
Namun ia selalu merajai hati.

Tatkala hati ini tersentuh oleh cinta.
Walaupun cinta itu tak nampak nyata.
Namun ia menyejukan qalbu.
Wahai Sang Maha Pencipta cinta.
Indahhnya cinta adalah karunia dari-Mu

Ajari kami hamba-hamba-Mu yang mudah lemah, untuk mampu bersyukur atas segala karunia-Mu....
Ajari kami bahasa cinta-Mu yang ikhlas tanpa pamrih.
Ajari kami memaknai cinta-Mu yang damai hingga bersemi di sepanjang musim tanpa pupus.
YA ALLAH.
Teguhkanlah hati kami untuk mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu di atas segala cinta.

Untuk seseorang yang tiba2 hadir...
Yang hadir di hati tanpa sebab, tanpa syarat, tak terbatas oleh ruang, waktu dan jarak yang membentang.
Andai benar bila cinta itu karena ALLAH, biarkanlah ALLAH Sang Pemberi Cinta yang mengatur segalanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.
Jika kita mencintai seseorang belajarlah untuk lebih mencintai Sang Pemberi Cinta.
Karna pada hakikatnya Hati ini begitu mudah terbolak-balik maka serahkanlah rasa yang belum halal itu pada-Nya, titipkanlah pada-Nya karena hanya ALLAH sebaik-baik penjaga.

Dikala hati resah memendam rindu padanya.
Hiasi diri dengan taqwa, perbanyak shalat, dzikir, tilawah, shalawat, istighfar dan berbaik sangka, semoga ALLAH memberi jalan yang terbaik menurut-Nya. Aamiin :')


Silahkan SHARE jika dirasa bermanfaat....

NABI SAJA ADA YANG TIDAK PUNYA PENGIKUT

“MasyaAllah, pasti Ustadz tenar ni, followernya banyak sekali”
“Ini baru ustadz yang bener, followernya aja segitu banyaknya”
Sebagian (kecil) ustadz dan aktifis dakwah ada yang tujuan utamanya adalah menjadi terkenal dan mengumpulkan massa, pengikut atau follower. Tentunya agar lebih mudah menggandeng follower dan meraih massa dengan cepat harus tahu apa yang “diinginkan oleh pasar”.

Karenanya tidak heran kalau ustadz yang agak laku sekarang adalah:

- ustadz yang bisa melucu, kalau bisa melawak yang membuat terpingkal-pingkal walaupun wibawa jatuh
-ustadz yang bisa nyanyi juga kalau perlu
-ustadz yang, ehem agak ganteng dan muka menjual sedikit
-ustadz yang doyan cerita-cerita yang membuat takjub, merasa aneh, pintar memotivasi walaupun bahannya ceramah tidak Islami
-dll

Dan yang perlu kita perhatikan bersama adalah, keberhasilan dakwah bukan dengan banyaknya pengikut atau banyaknya yang berhasil kita dakwahi. Akan tetapi bukan berarti juga ustadz atau aktifis dakwah yang banyak diikuti adalah sesat. Akan tetapi cara dan niatnya yang perlu diperhatikan.
Berikut sedikit pembahasan mengenai hal ini.
Ada nabi yang tidak punya follower/pengikut sama sekali
Keberhasilan dakwah bukan dilihat dari banyaknya pengikut, jika tolak ukurnya adalah keberhasilan dalam segi jumlah, maka nabi yang hanya punya pengikut satu orang atau tidak punya pengikut sama sekali bisa dibilang dakwahnya gagal.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallampernah bersabda,
مَا صُدِّقَ نَبِيٌّ (مِنَ الأَنْبِيَاءِ) مَا صُدِّقْتُ، إِنَّ مِنَ الأَنْبِيَاءِ مَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُ مِنْ أُمَّتِهِ إِلاَّ رَجُلٌ وَاحِدٌ
“Tidaklah seorang Nabi (dari para Nabi) dibenarkan sebagaimana aku dibenarkan, sesungguhnya diantara para Nabi ada yang tidak dibenarkan oleh ummatnya kecuali hanya oleh satu orang.”[1]

Bahkan ada yang tidak punya pengikut sama sekali.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
…عرضت علي الأمم، فرأيت النبي و معه الرهط، والنبي و معه الرجل والرجلان والنبي ليس معه أحد
“Diperlihatkan kepadaku umat-umat, lalu aku melihat seorang Nabi bersamanya ar-rahth (sekelompok orang yang terdiri dari 3-10 orang), dan seorang Nabi bersamanya seorang dan dua orang, dan seorang Nabi tidak ada bersamanya seorangpun…..”.[2]

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata,
وفي الحديث دليل واضح على أن كثرة الأتباع وقلتهم ، ليست معيارا لمعرفة كون الداعية على حق أو باطل ، فهؤلاء الأنبياء عليهم الصلاة والسلام مع كون دعوتهم واحدة ، ودينهم واحدا ، فقد اختلفوا من حيث عدد أتباعهم قلة وكثرة
“Kandungan hadits menunjukkan dalil yang tegas bahwa banyak dna sedikitnya pengikut bukanlah tolak ukur untuk mengetahui apakah seorang dai di atas kebenaran atau di atas kebatilan. Mereka para nabi saja, dawakh dan agama mereka satu (sama), akan tetapi berbeda dalam jumlah pengikut mereka.”[3]
*Banyaknya jumlah bukanlah tolak ukur kebenaran*

Bahkan jumlah yang banyak dan kata-kata banyak dalam syariat mayoritasnya kurang baik. Jika kita mengikuti kebanyakan manusia maka kita bisa “terpleset”.
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
“Dan tidaklah kebanyakan manusia itu beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya”(QS. Yusuf : 103)

Dan firman Allah Ta’ala,
وَ إْن تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ
“ Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi Ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah “. (Al An’am : 116).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata menafsirkan,
يخبر تعالى عن حال أكثر أهل الأرض من بني آدم أنه الضلال، كما قال تعالى: {ولقد ضل قبلهم أكثر الأولين} [الصافات: 71]
“Allah memberitakan bahwa keadaan mayoritas penduduk bumi dari anak Adam adalah dalam kesesatan (tidak mendapat petunjuk yang benar) sebagaimana pula firman Allah “Sungguh Telah sesat juga kebanyakan orang sebelum kalian” (as-Shaffat: 71)”[4]

Semoga renungan ini bermanfaat...

Menabunglah dilangit

Karena barang siapa yang menempatkan tabungannya dilangit, ia tidak bisa dimakan rayap dan dicuri oleh pencuri
(Al Fawaaid - Ibn Qayyim al Jauziah) .
Tak ada tempat penyimpanan bekal terbaik selain dilangit, .
karena didunia…

sebanyak apapun jumlahnya
serahasia apapun menyembunyikannya,
sekuat apapun melindunginya,

apa yang engkau tabungkan,pada akhirnya akan engkau tinggalkan

apa yang engkau investasikan, pada akhirnya akan berpindah tangan

apa yang engkau kumpulkan dengan susah payah, pada akhirnya akan hilang dan musnah

Karena sudah menjadi sifat dunia bahwa ia susah dicari dan apabila sudah didapat akan cepat hilangnya …

Ingatlah ....

kita hidup tidak sekali, yang sekali itu mati, kemudian kita akan dihidupkan kembali dengan tidak membawa apapun dari kehidupan ini, kecuali bekal amal yang telah kita persiapkan…

Sementara perjalanan hidup kedua lebih panjang dari sekarang
Deritanya lebih menyengsarakan
Lukanya lebih menyakitkan
Dan kesedihan yang berkepanjangan
Maka beruntunglah yang tabungannya mencukupi dan memberikan naungan kepadanya di kehidupan kedua nanti (Akhirat)

Maka persiapkanlah bekal dengan beramal sebaik-baiknya,
Karena kita tidak tahu Amal mana yang akan menyampaikan kita menuju Jannah-Nya atau yang Menjauhkan kita dari Siksa-Nya .

Semoga renungan ini bermanfaat..

6 HAL PENTING TENTANG HAMIL DI LUAR NIKAH

Zina adalah perbuatan yang terlarang dalam semua agama samawi. Karena hinanya dosa zina, Islam mengharamkan segala sebab yang bisa mengantarkan pada perbuatan zina. Salah satunya adalah pacaran. Penyakit akut yang telah menimpa remaja muslim saat ini. Wajar saja, jika saat ini banyak gadis SMA dan mahasiswi yang tidak perawan. Allahul musta’an
Diluar pembahasan dosa zina, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait hamil di luar nikah:

Pertama, Janin Hasil Zina Tidak Boleh Digugurkan
Bagaimanapun proses janin ini muncul, dia sama sekali tidak menanggung dosa orang tuanya. Baik dari hasil zina maupun pemerkosaan. Karena itu, mengganggu janin ini, apalagi menggugurkannya adalah sebuah kezaliman dan kejahatan. Allah berfirman,

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ – بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

“Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9)

Bisakah Anda bayangkan, jawaban apa yang akan Anda sampaikan di hadapan Allah, ketika ditanya apa alasanmu membunuh anakmu?

Kedua, anak hasil zina dinisbahkan kepada ibunya dan Tidak Boleh Kepada Bapaknya
Alasannya karena bapak biologis bukanlah bapaknya. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Dalil lainnya adalah hadis dari Aisyah radhiallahu’anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الولد للفراش وللعاهر الحجر

“Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.”

Imam An-Nawawi mengatakan, “Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil yang dilakukan istri selingkuh laki-laki lain. Sedangkan laki-laki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikitpun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain.” (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10:37)

Berdasarkan keterangan di atas, para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina SAMA SEKALI bukan anak bapaknya. Karena itu, tidak boleh di-bin-kan ke bapaknya.

share jika bermanfaat...

MANFAAT GERAKAN SHOLAT UNTUK KESEHATAN

Sholat merupakan kegiatan beribadah yang sangat penting bagi umat Islam. Bahkan sholat juga merupakan tiang agama dalam ajaran Islam. Jika sholat tersebut tidak dilaksanakan maka tiang-tiang agama tersebut akan menjadi runtuh.
Selain sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT, ternyata setelah dilakukan penelitian. Gerakan-gerakan sholat yang sering kita lakukan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. apa saja manfaat gerakan sholat bagi kesehatan itu? untuk mengetahuinya langsung saja simak ulasan berikut ini.

Manfaat Gerakan Sholat Untuk Kesehatan

1. Mampu meningkatkan kesuburan
Manfaat gerakan sholat yang pertama adalah mampu meningkatkan kesuburan seseorang. Baik kesuburan wanita ataupun pria. Gerakan sholat akan menekan pada bagian otot perineum. Dimana otot perineum ini jika terlatih dengan baik, maka kesuburan seorang wanita bisa meningkat. Gerakan sholat yang bermanfaat melatih otot perineum ini adalah ketika duduk tawarruk.

2. Mampu mempercantik postur tubuh
Bagi Anda yang saat ini sedang melakukan diet, cobalah untuk lebih rutin dalam melakukan aktivitas ibadah sholat ini. karena menurut para ahli sebenarnya gerakan-gerakan yang terdapat dalam sholat sebenarnya mirip dengan gerakan yoga atau senam peregangan. Mulai dari gerakan sujud, rukuk dan sebagainya. Gerakan-gerakan ini terkombinasi secara sempurna di dalam gerakan sholat. Dimana mampu membakar lemak secara optimal dan mengencangkan bagian tubuh. sehingga mampu membuat postur tubuh semakin cantik atau ideal.

3. Meningkatkan kecerdasan seseorang
Menurut beberapa penelitian. Ternyata gerakan sholat yakni sujud memiliki manfaat yang sangat besar terhadap perkembangan otak. Dimana saat sujud inilah pasokan darah dari tubuh menuju otak dapat mengalir secara sempurna. Sehingga jika hal ini berlangsung secara terus-menerus akan membuat tingkat kecerdasan seseorang menjadi meningkat. Terlebih untuk kecerdasan otak anak-anak yang memang berada di dalam masa pertumbuhan.

4. Mencegah kanker prostat
Manfaat gerakan sholat selanjutnya adalah mampu mencegah munculnya penyakit kanker prostat. Kanker ini sering diderita oleh para lansia. Namun tidak menutup kemungkinan para golongan dewasa ataupun remaja terkena kanker prostat ini. oleh sebab itu untuk mencegah munculnya kanker mematikan ini lakukanlah ibadah sholat secara rutin setiap harinya.

5. Memperbaiki sistem pernapasan
Saat melakukan gerakan-gerakan sholat. Sebenarnya sistem pernapasan kita secara otomatis juga akan semakin terlatih. Terlebih pada saat gerakan rukuk dan sujud. Dimana saat gerakan inilah paru-paru yang merupakan alat sistem pernapasan utama manusia mampu memasok oksigen secara maksimal keseluruh bagian tubuh. sehingga jika kondisi ini berlangsung secara terus menerus, organ tersebut akan terlatih dengan baik.

Itulah beberapa manfaat-manfaat besar gerakan sholat untuk kesehatan tubuh. namun untuk mendapatkan manfaat besar dari gerakan sholat tersebut, lebih baik lakukan ibadah ini secara rutin setiap harinya.

share jika bermanfaat...

Jika niatmu ikhlas karena Allah

Penat, Letih … .
Naik tangga bertingkat-tingkat
Sampai diatas kunci rumah tertinggal
Beramal berpuluh tahun
Sampai diakhirat ikhlas tertinggal

Postingan beribu-ribu
Karena riya’ .. hanya menghabiskan waktu
Status beratus-ratus
Karena riya’ .. amalan menjadi hangus

Dear …
Sebelum menekan tombol “ENTER” untuk hanya sekedar, ngetwitt, update status ataupun memposting gambar apalagi yang bersifat dakwah
Tanyakan dulu pada hatimu …

Untuk apakah itu …?
Untuk siapakah itu …?
Untuk Allah kah .. ?

Jika dihatimu masih ada rasa kecewa bila tidak ada yang memberi like pada postinganmu …
Dan ada rasa bangga didalam hati ketika banyak like yang engkau dapat …
Niatmu belum Ikhlas saudaraku …

Jika dihatimu masih ada rasa gundah ketika followermu tidak bertambah dan bahagia jika bertambah
Niatmu belum lurus saudaraku

Jika niatmu lurus hanya untuk Allah …
Maka engkau tidak akan menghiraukan jumlah like, dan tidak ada sedikitpun rasa berbangga karena pujian/banyaknya like

Jika niatmu ikhlas karena Allah
Maka engkau tidak akan peduli berapa jumlah Follower mu, tidak gundah bila berkurang dan tidak bangga ketika bertambah

Teladani lah salah satu teladan Ummah Ummar bin Abdulaziz,

Ibn saad menyebutkan dalam kitab Thabaqat Kubra bahwa Umar ibn Abdul Aziz jika berkhutbah diatas mimbar, lalu khawatir membanggakan dirinya, maka ia langsung menghentikannya,
Jika dia menulis suatu kitab, lalu takut akan merasa membanggakan dirinya, maka ia menyobekkannya sambil berkata: “Sungguh aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafsuku sendiri”

Maka dari itu mari kita Luruskan kembali niat, hanya Allah, hanya karena Allah

Jangan sampai beramal hanya mendapat Lelah dan letih saja karena ada penyakit dalam niat kita.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Cinta bukanlah nafsu

Mencintai itu bukan nafsu untuk menguasai, apalagi memanfaatkan. Melainkan kerelaan memberi, tanpa ingin dibalas, berkorban tanpa mengharap imbalan dan menjaga agar yang dicintai tetap dalam kebaikan.

”Hidup akan lebih mudah jika kita memutuskan untuk menyukuri apa yang kita miliki sekarang, daripada menyesali apa yang telah terjadi hingga mengorek luka dihati”

Kesalahan terfatal yang ada pada diri kita adalah kita terlalu ingin menjadi sempurna untuk mencintai orang lain.

Untuk menjadi istri shalihah atau suami shaleh tak harus yang berwajah cantik atau tampan.

Tak perlu memilki gelar dibelakang.

Tak perlu harus mengeluarkan biaya mahal untuk seminar motivasi agar keluarga harmonis.

Hanya perlu :

1. Memahami.
Banyak diantara kita terlalu cuek dan sebodo amat. Perihal apa yang disukai dan tidak disukai pasangan. Terlalu selfie "mementingkan diri sendiri" sehingga lupa kebutuhan pasangan belum dipenuhi. Sampai akhirnya salah satu pihak tidak menemukan kenyamanan dalam suatu hubungan. Jika sudah begini, siapa yang disalahkan ? Alangkah baiknya, kita saling memahami meski harus mengalah. Mengalah bukan pertanda kalah. Melainkan berusaha mempertahankan untuk kemenangan. Karna pernikahan bukan sekedar berjanji pada orangtua, melainkan langsung kepada Allah dan disaksikan para malaikat.

2. Pandai memainkan peran.
Ada beberapa pasangan yang ditakdirkan, suaminya tampan, namun istrinya biasa saja. Adapula istrinya cantikkk, suaminya biasa banget. Ternyata cantik / tampan itu relativ. (Jadi sabar mblooo, yg merasa biasa2 saja tetap ada jodohnya ko. Tenang aja. Sing penting sabar :) back to the topic, ternyata mereka yang demikian bertahan lama bukan karna fisik / materi berlimpah. Melainkan, mereka pandai memainkan peran. Dimana seorang suami tahu bagaimana menyenangkan istrinya, memberi kenyamanan, ketenangan, kepuasan dengan caranya sendiri "tidak menjadi orang lain" dan begitupun sebaliknya.



SHARE jika dirasa bermanfaat....

tuangi aku dengan tangan yang mulia dan dari cawan yang terindah

SHALAWAT AT TAAJJIYYAH

اَللَهُمَّ صَلِّ وَسَّلِمْ وَبَارِكْ وَكَرِّمْ . بِقُدْرِعَظَمَةِ ذَاتِكَ الْعَلِيَّةِ . فِى كُلِّ وَقـْتٍ وَحِيْنٍ اَبَدًا . عَدَدَمَاعَلِمْتَ وَزِنَةَ مَاعَلِمْتَ وَمِلْءَ مَاعَلِمْتَ . عَلىَ سَيـِّدِنَاوَمَوْ لاَنَامُحَمَّدٍ . وَعَلَى آلِ سَيـِّدِنَاوَمَوْ لاَنَامُحَمَّدٍ . صَاحِبِ التَّاجِ وَالْمِعْرَاجِ وَالْبُرَاقِ وَالْعَلَمِ . وَدَافِعِ الْبَلاَءِ وَالْوَبَاءِ وَالْمَرَضِ وَاْلاَ لَمِ . جِسْمُهُ مُطَهَّرٌ مُعَطَّرٌ مُنَوَّرٌ . مَنِ اسْمُهُ مَـْكتُوْبٌ مَرْفُوْعٌ مَوْضُوْعٌ عَلَى اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ . شَمْسِ الضُّحَى بَدْرِالدُّجَى نُوْرِالْهُدَى مِصْبَاحِ الظُّـلَمِ . اَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِ اْلكَوْ نَيْنِ وَشَفِيْعِ اْلثَّّـقَلَيْنِ . اَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ سَيِّدِاْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ . نَبِيِّ اْلحَرَمَيْنِ مَحْبُوْبٌ عِنْدَرَبِّ اْلمَشْرِقـَيْنِ وَاْلمَغْرِبَيْنِ . يَاأََيـُّهَااْلمُشْـتَاقـُوْنَ لِنُوْرِجَمَالِه صَلـُّـْواعَلَيْهِ وَسَـلِّمُوْاتَسْلِيْمًا
.

Allahumma sholli wassalim wabarik wa kariim. Biqudri’adzamati zatikal ‘aliyyah. Fiikulli waqtiwahiinin abadan. ‘adada ‘alimta wazinata ma’alimta wamil ‘amaa ‘alimta. ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammadi. Wa’alaa ali sayyidinaa wamaulanaa muhammadi. Sohibittajiwal mi’raaji walburaaqi wal’alam. Wadaafi’il bala’I wal waba’I walmaradhi wal alam. Jismuhu muthohharun munawwarun. Manismuhu maktuubumar fuu’umau dhuu’un ‘alaallau hi walqalam. Syamsidhuhaa badriddujaa nuuril hudaa mishbaa hizhzhulam. Abilqoosimi sayyidil kaunayni wa syafii’sysyaqolayn. Abiil qasimi sayyidinaa muhammadibni ‘abdillahi sayyidil ‘arabi wal’ajam. Nabiyyal haramayni mahbuubun ‘indarabbil masyriqoyni wal maghribayn. Yaa ‘ayyuhal musytaquuna linuuri jamalih sholluu ‘alayhi wasallamuutasliima.

(Ya Allah, Limpahkanlah Shalawat dan salam, berikanlah keberkatan dan kemuliaan, sebesar keagungan Dzat-Mu Yang Maha Tinggi, di setiap waktu dan kesempatan, selama-lamanya, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui, sebesar bilangan segala yang Engkau ketahui, dan sepenuh bilangan segala yang Engkau ketahui, kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad saw, pemilik mahkota, Nabi yang (diistimewakan dengan) Mi’raj, kendaraan Buraq dan dengan bendera (Liwa’ al-Hamd). Nabi yang jasadnya suci dan disucikan, beraroma harum semerbak dan bercahaya. Nabi yang namanya ditinggalkan dan terpampang di Lauh al-Mahfuz dan Qalam. Matahari diwaktu Dhuha, purnama dikegelapan malam, cahaya petunjuk, pelita kegelapan, Abi al-Qasim, pemimpin dua alam dan pemberi syafaat bagi jin dan manusia. Nabi dari dua tanah haram, yang dicintai Tuhan penguasa Masyriq dan Maghrib. Wahai siapa yang merindukan (untuk melihat) cahaya keindahannya, ucapkanlah shalawat dan salam kalian kepadanya)

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ بِجَمِيْعِ الصَّلَوَاتِ كُلِّهَاعَدَدَمَافِى عِلْمِ اللهِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَمَنْ وَالاَهُ فِى كُلِّ لَحْظَةٍ اَبَدًا بِكُلِّ لِسَانٍ لاِ َهْلِ اْلمَعْرِفَةِ بِالله (ثَلاَ ثًا) عَدَدَ خَـْلقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ وَزِنَةَ عَرْشِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ.
.[/b]

Allahumma sholly wasallim bijamii’isholawati kullihaa ‘adada mafii ‘ilmillahi ‘alaa sayyidinaa muhammadin waalihi waman walahufikulli lahzhotin abadan bikulli lisanin li ahlil ma’rifatibillah….(3x). ‘adada kholqika wa ridho nafsika wa zinata ‘arsyika wamidaa dakalimatika

(Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam, dengan segenap shalawat yang ada didalam ilmu Allah, atas junjungan kami Muhammad saw dan keluarganya serta orang-orang yang mengikutinya. Dalam setiap waktu, selam-lamanya, dengan segala bentuk ungkapan orang-orang yang telah mengenal Allah swt (ahli ma’rifah) (3 kali), sebanyak bilangan makhluk-Nya, Keridhoan diri-Nya sebesar keagungan arsy-Nya dan sebanyak bilangan tinta kalimat-Nya.)

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى الِـ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَاْلاَصْحَابِ صَلاَ ةً وَسَلاَمًا تَرْفَعُ بِهِمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ الْحِجَابُ وَتُدْ خِلَنِىْ بِهِمَاعَلَيْهِ مِنْ اَوْسَعِ بَابٍ وَتَسْقِيْنِيْ بِهِمَا بِيَدِهِ الشَّرِْيفَةِ اَعْذَبَ اْلكُؤُ ْوسِ مِنْ أَحْلَى شَرَابٍ ( ثَلاَ ثَ ) عَدَدَ خَـْلقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ وَزِنَةَ عَرْشِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ.
.

Allahuma sholly wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa ali sayyidinaa muhammadin wal ashhabisholaatan wasalaaman tarfa’u bihimaa bainii wabainahul hijabu watud khilanii bihimaa ‘alayhi min awsa’i baabiwa tasqiinii bihimaa biadihishsharii fati a’dzobal ku’uusi min ‘ahla syaraabi ...3x
‘adada kholqika wa ridho nafsika wa zinata ‘arsyika wamidaa dakalimatika

(Ya Allah, Limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya. Shalawat dan salam yang dengannya Engkau angkat hijab yang mendidindingi diriku dengannya, kau masukan aku kedalam pintu yang paling lebar, dan kau tuangi aku dengan tangan yang mulia dan dari cawan yang terindah, semurni-murni dan serta semanis-manis minuman, sebanyak bilangan makhluk-Nya, keridhan dari-Nya, sebesar keagungan arsy-Nya dan sebanyak bilangan tinta kalimat-Nya.)

Semoga renungan ini bermanfaat..

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

Julaibib, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.

Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian ! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya !”

Demikianlah Julaibib.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhlukpun bisa menghalangi. Julaibib berbinar menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah dia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. ”Ya Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, ”Tidakkah engkau menikah ?”

”Siapakah orangnya Ya Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini ?”

Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orangtua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. ”Wahai Julaibib, tidakkah engkau menikah ?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. ”Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah, ”Menikahkan puteri kalian.”

”Betapa indahnya dan betapa berkahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. ”Ooh.. Ya Rasulallah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”

”Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah. ”Kupinang puteri kalian untuk Julaibib.”

”Julaibib ?”,  nyaris terpekik ayah sang gadis.

”Ya. Untuk Julaibib.”

”Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. ”Saya harus meminta pertimbangan isteri saya tentang hal ini.”

”Dengan Julaibib ?”, isterinya berseru. ”Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta ? Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib. Padahal kita telah menolak berbagai lamaran..”

Perdebatan itu tak berlangsung lama. Sang puteri dari balik tirai berkata anggun. ”Siapakah yang meminta ?”

Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.

”Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah ? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini
Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]: 36)
Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, ”Allahumma shubba ‘alaihima khairan shabban.. Wa la taj’al ‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah.”

Doa yang indah.

Sungguh kita belajar dari Julaibib untuk tak merutuki diri, untuk tak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi orang seperti Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas. Kita juga belajar lebih banyak dari gadis yang dipilihkan Rasulullah untuk Julaibib. Belajar agar cinta kita berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena kita tahu, mentaati Allah dalam hal yang tak kita suka adalah peluang bagi gelimang pahala. Karena kita tahu, seringkali ketidaksukaan kita hanyalah terjemah kecil ketidaktahuan. Ia adalah bagian dari kebodohan kita.

Isteri Julaibib mensujudkan cintanya di mihrab taat. Ketika taat, dia tak merisaukan kemampuannya.
Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihinya. Isteri Julaibib telah taat kepada Allah dan RasulNya. Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah telah berdoa. Mari kita ngiangkan kembali doa itu di telinga. ”Ya Allah”, lirih Sang Nabi, ”Limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Alangkah agungnya! Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertaqwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak. Maka sang gadis menyanggupi pernikahan yang nyaris tak pernah diimpikan gadis manapun itu. Juga tak pernah terbayang dalam angannya. Karena ia taat pada Allah dan RasulNya.

Tetapi bagaimanapun ada keterbatasan daya dan upaya pada dirinya. Ada tekanan-tekanan yang terlalu berat bagi seorang wanita. Dan agungnya, meski ketika taat ia tak mempertimbangkan kemampuannya, ia yakin Allah akan bukakan jalan keluar jika ia menabrak dinding karang kesulitan. Ia taat. Ia bertindak tanpa gubris. Ia yakin bahwa pintu kebaikan akan selalu terbuka bagi sesiapa yang mentaatiNya.

Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar yang indah bagi semuanya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang isteri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat kepadanya. Adapun isterinya, kata Anas ibn Malik, tak satupun wanita Madinah yang shadaqahnya melampaui dia, hingga kelak para lelaki utama meminangnya.

Saat Julaibib syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi beliau akan mengajarkan sesuatu kepada para shahabatnya. Maka Sang Nabi bertanya di akhir pertempuran, “Apakah kalian kehilangan seseorang ?”

“Tidak Ya Rasulallah !”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang ?”, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.

“Tidak Ya Rasullallah !” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.

Para shahabat tersadar.

“Carilah Julaibib !”

Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelempah tujuh jasad musuh yang telah dia bunuh.

Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam menshalatkannya secara pribadi. Ketika kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Ya. Pada kalimat itu; tidakkah kita cemburu ?

Semoga renungan ini bermanfaat..

REJEKI BANYAK BENTUKNYA

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya.

Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”

“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…

***

MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”

Semoga renungan ini bermanfaat..

Pesan Sebuah Tulang

Sudah berhari-hari orang Yahudi itu berjalan menuju Madinah. Ia ingin menemui Khalifah Umar bin Khattab, Amirul Mukminin. Ia banyak mendengar kabar bahwa bahwa Amirul Mukminin seorang yang terkenal bersungguh-sungguh menegakkan keadilan. Jauh-jauh ia datang dari Mesir dengan sebuah harapan, Khalifah mau memperhatikan nasibnya yang tertindas.

Baru ketika matahari condong ke barat, ia tiba di Madinah. Walaupun badannya terasa letih, namun air mukanya tampak berseri. Ia gembira telah sampai di negeri Amirul Mukminin yang aman. Dengan tergopoh-gopoh, orang Yahudi itu memasuki halaman rumah Umar bin Khattab, lalu meminta izin pada prajurit yang sedang berjaga.

“Jangan-jangan, Khalifah tidak mau menerimaku” katanya dipenuhi rasa cemas. Ia menunggu di luar pintu. Prajurit masuk menemui Khalifah Umar.

“Wahai Amirul Mukminin, ada orang Yahudi ingin menghadap Tuan” sahut Prajurit.

“Bawalah ke hadapanku” perintah Khalifah.

Orang Yahudi pun masuk disertai pengawal. Ada ketenangan di hati orang Yahudi ketika melihat Khalifah yang begitu lembut dan perhatian. Bertambah terperanjat orang Yahudi itu, ternyata Amirul Mukminin menjamunya dengan aneka makanan dan minuman.

“Saat ini kau adalah tamuku, silahkan nikmati jamuannya” sambut Khalifah. 'Rupanya benar apa yang kudengar tentang Khalifah', kata orang Yahudi dalam hati.

Setelah dijamu layaknya tamu dari jauh, Khalifah meminta kepada orang Yahudi untuk menyampaikan maksud kedatangannya. “Ya Amirul Mukminin, saya ini orang miskin” kata orang Yahudi memulai pembicaraan. Amirul Mukminin mendengarkannya dengan penuh perhatian. “Di Mesir, kami punya sebidang tanah” lanjut orang Yahudi.

“Ya, lalu, ada apa ?” tanya Amirul Mukminin.

“Tanah itu satu-satunya milik saya yang sudah lama saya tinggali bersama anak dan istri saya. Tapi Gubernur mau membangun Masjid yang besar di daerah itu. Gubernur akan menggusur tanah dan rumah saya itu” tutur orang Yahudi sedih, matanya berkaca-kaca. “Kami yang sudah miskin ini mau pindah kemana ? Jika semua milik kami digusur oleh Gubernur ? Tolonglah saya yang lemah ini, saya minta keadilan dari Tuan” Orang Yahudi memohon dengan memelas.

“Oh, begitu ya ? Tanah dan rumahmu mau digusur oleh Gubernurku ?” kata Amirul Mukminin mengangguk-angguk.

Khalifah Umar tampak merenung. Ia sedang berpikir keras memecahkan masalah yang dihadapi orang Yahudi itu.

“Kau tidak bermaksud menjual rumah dan tanahmu, hai Yahudi ?” tanya Khalifah.

“Tidak !” orang Yahudi tersebut menggelengkan kepalanya.

“Sebab cuma itulah harta kami. Saya tidak rela melepasnya kepada siapapun” Orang Yahudi tetap pada pendiriannya.

“Baiklah, aku akan membantumu” kata Amirul Mukminin. Hati orang Yahudi itu merasa lega karena Amirul Mukminin mau membantu kesusahannya.

“Hai Yahudi” kata Khalifah kemudian. “Tolong ambilkan tulang di bak sampah itu !” perintahnya.

“Maaf, Tuan menyuruh saya mengambil tulang itu ?” tanya orang Yahudi ragu. Ia tidak mengerti untuk apa tulang yang sudah dibuang harus diambil lagi. Namun, ia menuruti juga perintah Khalifah.

“Ini tulangnya Tuan“ orang Yahudi menyerahkan tulang unta tersebut kepada Khalifah.

Lalu, Khalifah Umar membuat garis lurus dan gambar pedang pada tulang itu.

“Serahkan tulang ini pada Gubernur Mesir !” kata Amirul Mukminin lagi.

Orang Yahudi menatap tulang yang ada. Garis lurus dan gambar pedangnya itu. Ia merasa tidak puas.

Kedatangannya menghadap Khalifah untuk mendapat keadilan, tetapi Khalifah hanya memberinya tulang untuk diserahkan kepada Gubernur.

“Ya Amirul Mukminin, jauh-jauh saya datang minta tuan membereskan masalah saya, tapi tuan malah memberi tulang ini kepada Gubernur ?” sahut orang yahudi.

“Serahkan saja tulang itu !” jawab Khalifah pendek. Orang yahudi tidak membantah lagi. Iapun bertolak ke mesir dengan dipenuhi beribu pertanyaan dikepalanya.

“Aneh, Khalifah Umar menyuruhku untuk memberikan tulang ini pada Gubernur ?” gumamnya sepanjang perjalanan ke negerinya.

Setibanya di mesir, orang yahudi bergegas menuju kediaman Gubernur. “Wahai Tuan Gubernur, saya orang yahudi yang tanahnya akan kau gusur itu“ kata orang Yahudi tersebut.

“Oh kau rupanya, ada apa lagi ?” kata sang Gubernur.

“Saya baru saja menghadap Amirul Mukminin” kata orang yahudi.

“Lantas ada apa ?”

“Saya disuruh memberikan tulang ini” orang Yahudi itupun segera menyerahkan tulang unta ke tangan Gubernur.

Diperiksanya tulang itu baik-baik. Wajah Gubernur berubah pucat. Tubuhnya gemetar. Keringat dingin mengucur di dahinya ketika melihat gambar pada tulang itu. Sebuah garis lurus dan gambar pedang yang dibuat Khalifah Umar sudah membuat hati Gubernur ketakutan bukan main.

“Hai pengawal !” tiba-tiba ia berteriak keras.

“Serahkan tanah orang yahudi ini sekarang juga ! Batalkan rencana menggusur rumah dan tanahnya ! Kita cari tempat lain untuk membangun masjid” kata Gubernur.

Orang Yahudi itupun menjadi heran dibuatnya. Ia sungguh tidak mengerti dengan perubahan keputusan Gubernur yang akan mengembalikan tanah miliknya. Hanya dengan melihat tulang yang bergambar pedang dan garis lurus dari Khalifah tadi, Gubernur tampak sangat ketakutan.

“Hai Yahudi ! Sekarang juga kukembalikan tanah dan semua milikmu. Tinggallah engkau dan keluargamu disana sesuka hati” sahut Gubernur terbata-bata.

Pesan dalam tulang itu dirasakan Gubernur seakan-akan Khalifah Umar berada dihadapannya dengan wajah yang amat marah. Ya ! Gubernur merasa seolah-olah dicambuk dan ditebas lehernya oleh Amirul Mukminin.

“Tuan Gubernur ada apa sebenarnya ? Apa yang terjadi ? Kenapa tuan tampak ketakutan melihat tulang yang ada garis lurus dan gambar pedang itu ? Padahal Amirul Mukminin tidak mengatakan apa-apa ?” tanya orang Yahudi masih tak mengerti.

“Hai Yahudi, Tahukah engkau ? Sesungguhnya Amirul Mukminin sudah memberi peringatan keras padaku lewat tulang ini” kata Gubernur.

Orang Yahudi tersebut bertambah heran saja. "Sesungguhnya tulang ini membawa sebuah pesan peringatan. Garis lurus, artinya Khalifah Umar memintaku agar aku sungguh-sungguh menegakkan keadilan terhadap siapapun. Dan gambar Pedang, artinya kalau aku tidak berlaku adil, maka Khalifah akan bertindak. Aku harus menjadi penguasa yang adil sebelum aku yang menjadi tulang belulang” jawab Gubernur menceritakan isi pesan yang terkandung dalam tulang unta itu.

Kini orang Yahudi pun mengerti semuanya. Betapa ia sangat kagum kepada Amirul Mukminin yang sungguh-sungguh memperhatikan nasib orang tertindas seperti dirinya meskipun ia bukan dari kaum muslimin.

“Tuan Gubernur, saya sangat kagum pada Amirul Mukminin dan keadilan yang diberikan Pemerintah Islam. Karenanya, saya ingin menjadi orang Muslim. Saat ini saya rela melepaskan tanah itu karena Allah semata”

Tanpa ragu sedikitpun orang Yahudi itu langsung bersyahadat dan merelakan tanahnya untuk didirikan di atasnya sebuah masjid.

Semoga renungan ini bermanfaat..