menu

Sunday, 20 September 2015

Hati Yang Diam Kala Terluka

Oleh: Syekh Mamduh Farhan al-Buhairi

Seorang dokter ahli bedah bergegas menuju rumah sakit begitu dihubungi pihak rumah sakit karena

seorang pasien dalam kondisi kritis harus segera dioperasi. Begitu sampai dia mempersiapkan

diri,mandi dan bersalin pakaian.

Sejenak sebelum masuk keruangan operasi ia bertemu dengan ayah pasien yang raut wajahnya

memendam cemas bercampur marah. Dengan ketus laki-laki itu mencecar sang dokter,''Kenapa lama

sekali dokter! Tidak taukah lama anda anak saya sedang kritis? Mana tanggung jawab anda sebagai

dokter?''

Dokter bedah itu menjawab dalam senyum, ''Saudaraku saya sangat menyesal atas keterlambatan ini.

Tadi saya sedang berada diluar,tetapi begitu dihubungi saya langsung menuju kesini. Semoga anda

maklum dan dapat merasa tenang sekarang. Doakan semoga saya dapat melakukan tugas ini dengan

baik,dan yakinlah bahwa ALLAH akan menjaga anak anda.''

Keramahan sang dokter ternyata tidak meredamkan amarah si bapak,bahkan suaranya mengguntur.

''Anda bilang apa?Tenang!?Sedikitpun anda tidak peduli rupannya,apakah anda bisa tenang jika

anak anda yang sekarat?--semoga ALLAH mengampuni anda--apa yang akan anda lakukan jika anak anda

meninggal?''

Sambil tetap mengulas senyum dokter menanggapi,''Bila anak saya meninggal saya akan mengucapkan

seperti yang difirmankan ALLAH: ''Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan

inna lillahi wa inna ilaihi roji'in.
Dokter itu melanjutkan,''Adakah ucapan belasungkawa yang lain bagi orang beriman? Maaf

Pak,dokter tidak dapat memperpanjang usia tidak juga memendekkannya. Usia ditangan ALLAH. Dan

kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan putra anda. Hanya saja kondisi anaknya

kelihatannya cukup parah,oleh karena itu jika terjadi yang tidak kita inginkan ucapkanlah inna

lillahi wa inna ilaihi roji'un. Saran saya,sebaiknya anda pergi ke mushola rumah sakit
untuk memperbanyak sholat dan doa kepada ALLAH agar Dia menyelamatkan anak anda''. Tambahnya.

Laki-laki orang tua pasien menanggapi dengan sinis,''Nasehat itu memang mudah,apalagi untuk

orang yang tidak punya hubungan dengan anda."

Sang dokter segera berlalu masuk ruangan operasi. Operasi berlangsung beberapa jam,lalu sang

dokter keluar tergerasa-gesa dan berkata kepada orang tua pasien,''Berbahagialah

Pak,alhamdulillah operasi berjalan lancar,anak anda akan baik-baik saja. Maaf,saya harus segera

pergi,perawat akan menjelaskan kondisi anak anda lebih rinci."

Orang tua pasien tersebut tampak berusaha mengajukan pertanyaan lain,tetapi sang dokter segera

beranjak pergi. Selang beberapa menit,sang anak keluar dari ruang operasi disertai seorang

perawat.

Seketika orang tua anak itu berkata,"Ada apa dengan dokter egois itu,tidak sedikitpun memberi

kesempatan kepada saya untuk bertanya tentang kondisi anak saya?"

Tak dinyana perawat tersebut menangis terisak-isak dan berkata,"Kemarin putra beliau meninggal

dunia akibat kecelakaan. Ketika kami hubungi,dia sedang bersiap-siap untuk mengebumikan putranya

itu. apa boleh buat,kami tidak punya dokter bedah yang lain;oleh karena itu begitu selesai

operasi dia bergegas pulang untuk melanjutkan pemakaman putranya. Dia telah berbesar hati

meninggalkan sejenak segala kesedihannya atas anaknya yang meninggal demi menyelamatkan hidup

anak anda."

Ya ALLAH rahmatillah hati yang meski terluka,namun tidak bicara..

No comments:

Post a Comment