Sering kita dikejutkan dengan kematian seseorang yang terasa mendadak, pada kondisi yang lain sering kita jumpai seseorang yang dibuai sakit dalam kurun waktu yamg teramat lama belum juga menemui ajal. Ada seseorang yang meninggal dunia dengan kondisi yang 'sangat enak', sesaat setelah sholat atau saat berpuasa. Tapi, ada seseorang yang mati saat (maaf) bermesraan dengan PSK. Naudzubillah. Secara medis, mati mendadak, berlama-lama, enak atau tidak enak akan mengalami proses kematian yang sama.
Kita yang sewaktu hidup cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang belulang yang menyedihkan. Jadi, sebenarnya apa lagi yang mau disombongkan orang? Kita tidak akan membawa apapun saat kita meninggalkan dunia yang fana ini. Mampukan seseorang menghindari kematiannya?
Lalu apa yang terjadi sebelum kematian itu sendiri? Sebelum kematian, semua hamba Allah akan mengalami sakaratul maut? "Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kamu tangisi boleh berbicara, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kamu sekalian, niscaya kamu akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kamu sendiri" (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Sabda Rasulullah SAW: "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Imam Ghozali mengambil satu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah perkuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari perkuburan itu sehingga mereka dapat mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba tiba mereka dihadapkan pada seorang lelaki yang muncul dari salah satu kubur. "Wahai manusia !"kata lelaki tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilamg dariku." Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik kematian seseorang.
Semoga dapat diambil hikmahnya
No comments:
Post a Comment