Jika sebelumnya kita telah membahas tentang cemburu itu cinta, maka kali kita akan membahas bahwa cemburu itu fitrah. Kita sebagai manusia tidak bisa menyalahkan pasangan kita karena mereka telah cemburu pada kita. Selain itu adalah bagian dari cinta dan bentuk perwujudan tanda cinta, cemburu adalah masalah hati dan perasaan. Namun bagaimana menanggapi sikap pencemburu pasangan kita, itulah yang akan kita bahas kali ini. Apakah kita perlu bersikap acuh? Atau bahkah apakah kita harus bersikap tempramen?
Sebelum kita membahas rahasia menyikapi pasangan yang pencemburu, mari kita simak kisah Ummu Salamah. Abu Salamah dan Ummu Salamah adalah keluarga pertama yang hijrah menuju Rasulallah Shallallahu’alai wasalam. Ketika Abu Salamah radhiallahu’anhu sedang sakaratul maut, Ummu Salamah sangat bersedih seraya bertanya kepada suaminya “Kepada siapa kau serahkan diriku?” Kemudian Abu Salamah menjawab pertanyaan istrinya dengan doa “Ya Allah, sesungguhnya Engkau bagi Ummu Salamah lebih baik dari Abu Salamah” (HR. Abu Ya’la).
Penulis mencoba memahami doa sang suami yang sarat dengan ketawakalan kepada Allah Subhanahu wata’ala selaksana berdoa “Ya Allah, hanya Engkau tempat bergantung dan meminta pertolongan, hanya Engkau pula tempat terbaik kutitipkan Ummu Salamah” kira-kira demikian. Setelah Abu Salamah wafat, datanglah Hathib bin Abi Balta’ah yang ingin melamar Ummu Salamah untuk Rasulallah Shallallahu’alai wasalam, berikut kisahnya:
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah dan berkata sebagaimana yang diperintahkan Allah (innalillahi wa inna ilaihi rajiun), Yaa Allah beri aku pahala dalam musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya, kecuali Allah akan memberinya ganti yang lebih baik. Ummu salamah berkata: Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata: Adakah muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah? Keluarga pertama yang hijrah menuju Rasulullah. Kemudian aku membaca doa tersebut dan Allah mengganti untukku Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ummu Salamah berkata: Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah untuk melamarkanku untuk beliau. Aku pun berkata: Aku ini mempunyai anak dan aku wanita yang sangat pencemburu. Rasul menjawab: Adapun anakmu kita berdoa semoga Allah memberinya kecukupan dan aku berdoa kepada Allah agar menghilangkan cemburu itu.” (HR. Muslim)
Mari kita lihat cara Rasulallah menanggapi calon istrinya yang terus terang berkata bahwa ia sangat pencemburu. Ayah, Bunda dan Sahabat lainnya, Rasulallah sangat memahami bahwa nanti Ummu Salamah akan masuk ke dalam keluarga Rasulallah yang di dalamnya terdapat juga istri-istri Baginda yang lain. Pernyataan yang disampaikan Ummu Salamah tentang sifat pencemburunya adalah agar Rasulallah mengetahui jelas tentang sifatnya dan tidak lain adalah agar ingin tidak berbuat durhaka kepada suaminya nanti.
Diantara tiga pernyataan dari Ummu Salamah, hanya dua yang bisa dijawab Rasul sementara pernyataan yang terakhir tidak bisa dijawab.
Rasulallah hanya berkata “Semoga Allah menghilangkannya (sifat pencemburu) darimu. Beliau hanya bisa menyerahkan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Mengapa?
Karena ini masalah hati dan perasaan, seperti yang Beliau pernah jelaskan bahwa “Hati berada di antara jari-jari Allah yang Maha Rahman”. Oleh sebab itu, untuk masalah hati dan perasaan Rasulallah berdoa kepada Allah “Ya Allah inilah pembagianku di antara istri-istriku yang sanggup aku lakukan, maka janganlah Kau hukum aku pada sesuatu yang tidak aku miliki dan itu Kau miliki”. Secara fisik, sudah jelas Rasul-lah orang yang paling adil kepada umatnya, termasuk kepada para istrinya. Tetapi tentang pembagian hati, Beliau harus menyerahkannya kepada Allah sang pemilik hati.
Ayah, Bunda dan Sahabat lainnya, dari kisah indah ini kita bisa memetik pelajaran berharga saat menghadapi rasa cemburu yang akan merusak jika melampaui batas. Cara tepat untuk meringankannya adalah dengan mengadukan kepada yang Maha Menggenggam hati. Billahi Taufiq, semoga Allah menerangi hati-hati kita dengan Alquran.
Ayah, Bunda dan Sahabat semua, terangnya hati hanya bisa jika membaca Alquran. Mari terus kita peluk dan pelajari apa saja yang terkandung di dalamnya.
menu
Thursday, 27 August 2015
CEMBURU ITU FITRAH
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment