Kau tau aku lebih cocok menjadi krikil dan kamu yang menjadi bintang. Kau salah jika menjadikan aku si bintang yang sulit dicapai. Karena faktanya untuk mencapaiku itu tak sulit. Cukup melihatku dari berbagai sisi saja, maka kamu sudah mencapaiku.
Aku tau mengapa kau mengatakan aku seperti bintang yang sulit dicapai, jangankan untuk mencapaiku, melihat kearahku saja tidak. Itulah mengapa kau menganggapnya sulit. Kau hanya ingin mencapainya tanpa melihat, sampai-sampai banyak bintang lain yang kau genggam.
Sebutan krikil lebih pantas menjadi panggilanku. Karena faktanya aku lah yang hanya bisa melihatmu tapi tak bisa mencapaimu. Meski aku berusaha sekeras apapun aku tetap tak bisa terbang menujumu.
Seharusnya aku menyadarinya sejak awal. Tentang krikil bisa melihat bintang, tapi bintang tak bisa melihat krikil. Seharusnya aku mundur untuk mencapaimu, tapi sinarmu membuatku enggan untuk itu.
Dan kali ini entah yang keberapa kali kenyataan menamparku. Ia menyadarkanku untuk terbangun dari mimpi yang penuh pengharapan. Sakit memang dan ini membuatku sekarat. Konspirasi alam yang harus aku terima, bahwa aku memang tak akan bisa mencapaimu.
Aku dan kamu tak akan bisa menjadi satu. Karena kamu (bintang) tak akan mau menjadi (krikil) sepertiku dan Aku (krikil) tak akan mampu menjadi (bintang) sepertimu.
No comments:
Post a Comment