Terkadang lidah menyayat tak terbantah,
Terkadang gerak tubuh meninggalkan hati yang patah,
Semua ini indah,
Ini bukan pertanda musibah,
Namun akan hadir puluhan hikmah.
Jika memang sudah saatnya,
Jiwa menyerah karena luka,
Jangan ijinkan iman ikut lengah,
Masih ada angin sejuk mengudara,
Masih banyak harapan di angkasa.
Tetaplah berdiri dengan sempurna,
Karena jikapun hati tersayat luka,
Kedua kaki masih kuat menyangga,
Setia mengikuti langkah,
Kemana pun nurani membawa.
Karena senyum yang senantiasa merekah,
Dinantin oleh banyak saudara.
Dan,
Allah akan menenangkan,
Kalbu yang terkoyak kepedihan,
Apapun alasan,
Kembalikan pada Sang Pemilik Keajaiban,
Hingga hati kembali diletakkan,
Sempurna dan tersembuhkan.
Tersenyumlah,
Ujian dan pedih jiwa akan menyerah,
Pada sujud sepertiga malam yang tak kenal lelah.
No comments:
Post a Comment