menu

Thursday, 9 July 2015

Kasus Pembalut, Dulu Hoax Sekarang Fakta

Oleh : Raidah Athirah, Penulis Muslimah,

DULU saat pertama kali berita atau opini muncul mengenai pembalut wanita yang memaparkan berbagai bahaya penggunaan pembalut dan hubungannya dengan konspirasi, rame-rame orang membully dengan menyerang penulisnya. Label hoax pun muncul.

Saya saat itu memilih diam tetapi mengaminkan berita yang dibilang hoax itu.

https://konspirasizionis.wordpress.com/…/perusahaan-raksas…/

http://kesehatanmuslim.com/hoax-menanam-virus-hiv-pada-pem…/

Fakta yang baru muncul:

http://m.detik.com/…/daftar-pembalut-dan-pantyliner-mengand…

http://m.kompas.com/…/135032123/Awas.Pembalut.Ini.Mengandung

Menanam virus mungkin saja hoax tapi fakta -fakta yang muncul bisa membuat pikiran tercengang.

*******
Bila pembalut banyak mengandung bahan berbahaya maka dipastikan akan berdampak pada kesehatan wanita yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan umat. Mengurai tentang pembalut berarti membahas tentang kesehatan reproduksi wanita karena ini berhubungan langsung dengan organ vital wanita.
Banyak penelitian yang membuktikan bahaya pembalut dengan kasus meningkatnya kanker serviks yang dialami kaum wanita.

*****

Ada banyak alasan yang masuk akal mengapa bisa demikian selain tentu saja permainan kapitalis. Alasan lain yang orang pikir tidak masuk akal adalah pengontrolan kelahiran bahkan sampai pada pembahasan emansipasi.

http://www.mum.org/pastgerm.htm

Ah! Bagaimana bisa demikian? Anda bisa baca link di atas bagaimana kehidupan wanita sebelum era pembalut wanita menjadi trend bahkan dalam link tersebut membahas pandangan agama samawi; Yahudi, Kristen dan Islam dalam memandang masa haid (period).

Anda tahu bahwa data mengenai pertumbuhan penduduk di seluruh dunia diberikan kepada PBB di bidang kesehatan. Anda bisa browsing untuk membandingkan jumlah populasi dari tahun ke tahun dari sebuah negara.

Abu Aisha—suami saya—sendiri membandingkan data kelahiran dari tahun 80-an sampai 2012. Hasilnya sungguh mencengangkan bahwa angka kelahiran begitu stabil. Tidak ada peningkatan populasi bila dibandingkan dengan angka kematian pertahun.

http://www.indexmundi.com/poland/population.html

Data statistik tentang populasi mungkin tidak penting bagi kita orang awam akan tetapi sangat penting untuk mengukur potensi ekonomi, kesehatan, pergerakan sosial sampai kebijakan politik.

Pandangan ini mungkin terkesan berlebihan tetapi benarkah semua yang terjadi adalah kebetulan?

******
Saya pribadi memilih mencari solusi daripada kebingungan dalam pikiran. Berusaha mempelajari sunnah yang mengajarkan tentang taharah wanita khususnya topik haid.

Pembahasan tentang haid perlu kita pahami sebagai muslimah karena kerterkaitan berbagai hukum fiqih dengan kondisi ini .Seperti hukum shalat, puasa umroh dan haji.

Dengan pemahaman ini kita akan semakin meyakini bagaimana Islam memahami wanita. Bila Anda membaca link diatas tentang perlakuan orang-orang Yahudi, Nasrani dan Muslim terhadap wanita haid betapa Anda akan bersyukur terlahir sebagai Muslim.

Kaum Yahudi menganggap wanita haid berlebihan sampai makanan yang dimasak oleh wanita yang sedang haid tidak disentuh. Kaum wanita yang sedang haid sementara diasingkan setiap mengalami masa ini.

http://www.come-and-hear.com/editor/america_3.html

Bayangkan betapa ribetnya bila seperti ini. Sedangkan Nasrani justru sebaliknya wanita yang haid pun bisa saja digauli sampai kemudian banyak penelitian yang memperingatkan bahaya menggauli (maaf) istri yang sedang haid. Tetapi tetap masih banyak yang bingung. Baca di kolom komen di bawah link ini.

http:/christiannymphos.org/2008/10/29/sex-during-menstruation/

Islam berada di tengah-tengah, menghormati wanita dan hak-haknya sekaligus memberikan solusi yang berisi banyak kebaikan.

Aturan ini datang langsung dari Allah, Rabb Yang Maha Mengatur. Firman Allah ta’ala, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh karena itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri’,” (QS Al-Baqarah: 222).

Bahkan untuk menentukan akhir haid pun telah ada riwayatnya. Ada beberapa orang wanita yang sama memberikan sehelai kain kepada Aisyah, yang di dalamnya ada kapasnya dan tampaklah di kapas itu warna kuning. Aisyah berkata, “Janganlah terburu-buru, sampai kamu melihat sehelai kain itu putih (maksudnya: berhentinya haid secara sempurna),” Di-maushul-kan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (1/77-78).

Asma’ binti Abu Bakar berkata, “Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya apabila pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apakah yang harus ia perbuat?’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila pakaian salah seorang dari kamu terkena darah haid, gosoklah darah itu kemudian bersihkanlah dengan air. Setelah itu, kamu boleh shalat dengan memakai pakaianmu itu’,” (Dalam satu riwayat: gosoklah, kemudian hendaklah ia siram dengan air dan bolehlah ia shalat dengannya.)

Tidak kah ini menjadikan kita bangga terlahir sebagai umat Islam?

*******
Saya memaparkan informasi ini dengan memprovokasi Anda untuk mempelajari lebih dalam mengenai bagaimana Islam mengajarkan kebersihan untuk wanita haid bahkan sampai pembalut pun diajarkan. Tidakkah ini menjadikan Anda bangga sebagai seorang Muslim/ Muslimah?

No comments:

Post a Comment